KOTA BATU – Melestarikan budaya adalah identitas bangsa. Di Jawa Timur Park (JTP) 1, Anda bisa melihat ratusan zona rumah adat dari berbagai suku di Indonesia, salah satunya adalah rumah adat Honai dari Papua.
Honai adalah rumah adat yang memiliki nilai filosofi menjaga kesatuan dan persatuan sesama suku di tanah Papua.
Melalui rumah Honai, mereka mencoba untuk mempertahankan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Contoh nilai kesatuan dan persatuan yakni Honai adalah rumah adat yang hanya boleh dibangun oleh laki-laki secara bergotong royong.
Di sisi lain, waktu pembangunan pun ditentukan secara spesifik dan harus diikuti, agar pembangunannya tidak terhambat oleh cuaca ataupun ancaman bencana alam.
Selain itu, ada aturan yang harus dipatuhi dalam pembangunan Honai. Salah satunya adalah penempatan pintu rumah yang posisinya harus bertemu dengan arah matahari terbit atau tenggelam untuk melihat bahaya atau serangan musuh.
Keunikan rumah adat Papua Honai sudah terlihat dari bentuk rumahnya yang menyerupai jamur. Materialnya terbuat dari kayu dan beratap jerami.
Namun, yang paling membuat penasaran adalah arsitekturnya. Meskipun tampak kecil dan sederhana, Honai mampu menampung banyak anggota keluarga lho!
Honai laki-laki dan perempuan ternyata terpisah. Meskipun pasangan suami istri, keduanya tidak tidur dalam satu Honai yang sama.
Artinya, suami dan anak laki-laki tidur di Honai laki-laki, sedangkan istri dan anak perempuan tidur di Honai perempuan.
Honai dibagi menjadi dua tingkat, dengan tangga kayu sebagai penghubungnya. Lantai pertama digunakan sebagai tempat berkumpul dan menjamu tamu, sedangkan lantai atas digunakan untuk tidur.
Honai memiliki satu pintu masuk berukuran kecil. Untuk memasukinya, Anda harus membungkukkan badan. Di dalam rumah ini, Anda juga tidak bisa berdiri tegak, karena ada atap dari kayu yang jaraknya hanya 1 meter dari lantai.
Honai juga tidak memiliki jendela, yang tujuannya untuk menghalau dingin dan serangan binatang buas.
Rumah Honai merupakan simbol kepribadian dan harga diri penduduk suku Dani yang harus dijaga oleh keturunan mereka secara turun temurun. Di tengah modernitas, sungguh indah melihat arsitektur tradisional Honai masih tetap dipertahankan.










Balas