Polres Mojokerto Siagakan Ratusan Personel Antisipasi Bencana dan Kemacetan di Jalur Wisata Pacet–Trawas

Kapolres Mojokerto bersama Wakapolres dan Kasatlantas serta Kasi Humas Polres Mojokerto (blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Kapolres Mojokerto bersama Wakapolres dan Kasatlantas serta Kasi Humas Polres Mojokerto (foto: blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, Blok-a.com – Kepolisian Resor Mojokerto menyiapkan berbagai langkah strategis dalam pelaksanaan pengamanan arus mudik dan libur Lebaran melalui Operasi Ketupat 2026. Sejumlah isu utama menjadi perhatian aparat kepolisian, mulai dari potensi bencana banjir dan longsor, keselamatan lalu lintas, aktivitas di tempat ibadah, malam takbir, hingga peningkatan aktivitas wisata dan silaturahmi masyarakat.

Kapolres Mojokerto Andi Yudha Pranata menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya memberi perhatian khusus pada penanganan potensi bencana di wilayah Pacet dan Trawas yang dikenal sebagai kawasan wisata pegunungan.

Menurutnya, pola pengamanan tahun ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepolisian mendirikan satu pos besar di kawasan Pacet dengan menempatkan sekitar 60 personel yang bersiaga selama operasi berlangsung.

“Untuk penanganan bencana terutama di daerah Pacet, operasi kepolisian tahun ini agak berbeda. Kami mendirikan satu pos besar dengan sekitar 60 personel yang standby di sana,” ujar Kapolres.

Di pos tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga melaksanakan pengecekan terhadap kendaraan yang melintas. Pemeriksaan difokuskan pada kondisi pengereman, ban kendaraan, serta kelayakan kendaraan lainnya untuk mencegah kecelakaan di jalur pegunungan.

Kegiatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk instansi terkait serta pihak swasta yang membantu pemeriksaan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain itu, Polres Mojokerto juga berkoordinasi dengan pengelola Tahura dan sejumlah instansi terkait untuk memantau potensi bencana longsor. Langkah ini dilakukan mengingat fenomena El Nino yang menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan April 2026.

Sebagai langkah antisipasi, petugas gabungan melakukan patroli dan penelusuran di sejumlah titik rawan longsor di kawasan pegunungan Pacet dan Trawas. Kegiatan tersebut melibatkan personel Samapta Polres Mojokerto, Tahura, serta dinas terkait.

Dari hasil pemantauan selama tiga hari pertama Operasi Ketupat, polisi telah mengidentifikasi empat titik yang sebelumnya berpotensi memicu longsor akibat endapan air dan sampah. Namun hingga saat ini kondisi di lokasi tersebut masih dinyatakan aman.

“Kami belajar dari kejadian tahun lalu, ketika endapan air akibat sampah memicu tekanan volume besar yang mendorong pergeseran tanah hingga menutup jalan. Tahun ini kami mencoba mengidentifikasi potensi tersebut lebih awal,” jelasnya.

Dari sisi lalu lintas, kepolisian juga memantau pergerakan kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Mojokerto. Berdasarkan data sampling dari gerbang tol Penompo, puncak arus kendaraan terjadi pada Sabtu lalu dengan jumlah sekitar 14.500 kendaraan.

Sementara itu, berdasarkan data okupansi 69 hotel di Mojokerto, tingkat hunian tertinggi baru mencapai sekitar 22 persen, sedangkan pada hari biasa hanya sekitar 10 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pada tiga hari pertama Operasi Ketupat, kawasan wisata Mojokerto belum menjadi tujuan utama wisatawan. Aktivitas yang terlihat masih didominasi perjalanan mudik lokal.

“Artinya, tiga hari pertama ini aktivitas wisata belum menjadi tujuan utama. Kemungkinan besar masih aktivitas mudik lokal,” ungkap Kapolres.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Polres Mojokerto menerjunkan sekitar 150 personel khusus. Namun jumlah tersebut diperkuat dengan keterlibatan enam polsek yang berada di jalur utama serta dua polsek di kawasan wisata Pacet dan Trawas.

Jika digabung dengan personel dari instansi lain, total kekuatan pengamanan diperkirakan mendekati 400 personel.

Polres Mojokerto juga mengoptimalkan fungsi pos pengamanan dan pos pelayanan yang menjadi pusat kendali operasi di lapangan. Salah satu pos yang disiapkan bahkan dirancang sebagai pos komando yang dapat digunakan untuk memonitor situasi sekaligus mengendalikan operasi secara langsung.

“Pos ini kami harapkan ke depan memiliki fitur yang lebih lengkap, tidak hanya untuk monitoring situasi tetapi juga sebagai pusat kendali operasi di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian juga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan yang bergelombang serta minim penerangan, terutama di wilayah Mojosari hingga Ngoro. Hal ini menjadi perhatian karena kawasan Ngoro Industrial Park diperkirakan tetap beroperasi meskipun sebagian perusahaan menerapkan kebijakan work from home.

Beberapa titik jalan yang mengalami kerusakan telah dilaporkan dalam forum koordinasi dengan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga disebut telah mulai melakukan penanganan secara bertahap.

Kendati demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau para pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur Trowulan. Hingga Simpang Lima Kenanten serta jalur menuju Ngoro yang masih memiliki beberapa titik jalan bergelombang.

Sementara untuk potensi kemacetan, kepolisian memprediksi titik rawan berada di kawasan wisata Pacet dan Trawas yang memiliki jaringan jalan terbatas.

Meski demikian, pihaknya menargetkan agar tidak terjadi kemacetan total selama masa libur Lebaran.

“Harapan kami tidak ada istilah macet total. Kalaupun terjadi kepadatan, yang penting roda kendaraan tetap bergerak,” pungkas Kapolres. (sya/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com