KOTA MALANG – Pelaku pencurian dengan modus berpura-pura menjadi petugas penyemprotan disinfektan, di Sawojajar masih diburu Polresta Malang Kota. Pemburuan maling yang beraksi di rumah warga Sawojajar, Harsono tersebut sayangnya mengalami sejumlah kendala.
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Yusuf Suryadi menjelaskan kendala itu adalah tidak adanya CCTV yang terdapat di sekitar kawasan rumah.
“Kami sekarang lagi proses lidik. Namun ada kendala. Sayangnya di sekitar lokasi tidak ada CCTV. Jadi kami kesulitan untuk melihat kejadian,” tutur dia.
Selain itu, Yusuf mengatakan, nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku ke rumah korban, juga tidak diketahui.
“Korban karena tidak menaruh curiga tidak melihat nopol (nomor polisi) dari sepeda motor tersebut. Mereknya Honda Supra X begitu kami yang terima saat ini,” kata Yusuf.
Yusuf menjelaskan, untuk itu anggota kepolisian yang saat ini melakukan lidik di sekitar tempat kejadian pencurian mengandalkan kesaksian warga sekitar.
“Ya jadi tanya-tanya warga sekitar. Apakah ada yang melihat orang yang menggunakan sepeda itu. Namun sampai saat ini belum menemui keterangan dan kami masih tetap berusaha mencari,” tutur dia.
Sebagai informasi, pencurian dengan modus berpura-pura menjadi petugas penyemprotan disinfektan di rumah warga ini baru sekali.
Pelaku terhitung 3 kali masuk ke kediaman korban. Pelaku menawarkan untuk menyemprot rumah korban, karena suami korban baru memeningal bebrap hari lalu karena Covid-19.
Korban yang saat itu bersama anak perempuannya tidak menaruh curiga. Pelaku bermain dengan rapi.
Meskipun sempat dicurigai karena menutup pintu kamar tidur saat melakukan penyemprotan disinfektan, pelaku langsung memunculkan kepercayaan korban dengan memberikan handphone anak korban yang tertinggal di kamar.
Atas kepercayaan tersebut, pelaku melenggang bebas mencuri 8 perhiasan seberat 5 gram Selasa (17/2). Dan korban sayangnya baru sadar ketika keesokan harinya atau Rabu (18/2).










Balas