PMK Terkendali, Pemkab Malang Optimis Musim Idul Adha Permintaan Sapi Melonjak

Kondisi peternakan sapi potong di wilayah Kabupaten Malang. (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Kondisi peternakan sapi potong di wilayah Kabupaten Malang. (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Dengan adanya kasus penyakit mulut dan kaki (PMK) di Kabupaten Malang mulai terkendali, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang optimis permintaan sapi akan melonjak jelang lebaran Idul Adha 2023.

Kepala Dinas Peternakan, Eko Wahyu Widodo menuturkan, kasus PMK mulai terkendali di Kabupaten Malang. Yang mana artinya, masih ada kasus namun sudah jauh melandai dibandingkan sebelumnya.

“Kasus sudah terkendali, kalau ada tidaknya kasus pasti masih ada. Karena virus tidak akan hilang namun terkendali. Jadi kalau merendanya insyaallah, karena terkendali juga,” terang Eko saat ditemui, Sabtu (10/6/2023).

Dengan demikian, ia optimis akan ada lonjakan permintaan hewan kurban jelang idul adha tahun ini. Baik itu jenis sapi maupun kambing.

Baca Juga: Harga Hewan Kurban di Banyuwangi Mulai Naik 20 Persen

“Untuk permintaan tahun ini dipastikan akan ada kenaikan, karena di tahun 2022 ada penurunan yang cukup besar dengan adanya kasus PMK,” tuturnya.

Tercatat, sebanyak 3.461 permintaan sapi di tahun 2022. Angka tersebut mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 4.458 sapi pada tahun 2021.

Sementara itu, kata Eko, dari tahun ke tahun, kambing masih menjadi hewan korban dengan peminat paling tinggi dibandingkan lainnya.

Di tahun 2022, tercatat sebanyak 18.234 kebutuhan hewan kurban kambing di Kabupaten Malang.

Disinggung terkait vaksinasi untuk hewan ternak khususnya sapi, Eko mengatakan hingga saat ini vaksinasi terus berjalan.

Terlebih menjelang idul adha, vaksinasi terus dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas virus maupun penyakit.

“Vaksinasi sudah mulai merata, jadi ibaratnya seperti covid kemarin. Mungkin kita positif, kalau kita bahas ternak mungkin hewannya postif tetapi sebenernya mereka sudah memiliki kekebalan,” pungkasnya. (ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?