Harga Hewan Kurban di Banyuwangi Mulai Naik 20 Persen

Hewan ternak sapi yang di jual di pasar hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jum'at (26/5/2023) pagi. (blok-a.com/Kuryanto)
Hewan ternak sapi yang di jual di pasar hewan Glenmore, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi (blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 H, harga hewan kurban di Kabupaten Banyuwangi mulai mengalami lonjakan. Sementara untuk harga hewan ternak indukan atau babon mengalami penurunan.

Hasil pantauan blok-a.com di dua pasar hewan terbesar di Kabupaten Banyuwangi, yaitu Pasar Hewan Rogojampi dan Pasar Hewan Glenmore, jumlah hewan kurban yang dibawa para pedagang juga mengalami peningkatan.

Menurut keterangan salah satu Koordinator Pasar Daerah (Pasda) Glenmore, Banyuwangi, Slamet Budiono, harga jual hewan kurban jantan seperti sapi dan kambing naik 20 persen.

“Seperti harga jual kambing jantan dewasa, satu minggu sebelumnya rata-rata harga jualnya masih Rp2,5 juta, sekarang naik menjadi 3 juta,” kata Slamet Budiono, Jumat (9/6/2023).

Begitu juga untuk harga jual sapi jantan pedaging, yang biasanya dijual dengan harga Rp18 juta, hari ini naik menjadi Rp22,5 juta.

“Sedangkan untuk harga jual sapi atau kambing induk atau babon, harganya justru malah turun. Alhamdulillah untuk jumlah hewan kuban jenis sapi dari data yang saya terima saat ini yang datang sebanyak 185 ekor belum termasuk kambing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan, Drh. Nanang Sugiharto menyebut, Banyuwangi adalah gudangnya ternak.

Terlebih menjelang Hari Raya Idhul Adha 2023, ketersediaan hewan ternak baik sapi maupun kambing untuk kebutuhan kurban sangat melimpah.

Jumlah sapi ternak di Banyuwangi sebanyak 125 ribu ekor. Sedangkan untuk kambing dan domba sebanyak 250 ribu ekor.

“Jumlah tersebut tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga mampu menyuplai kebutuhan di luar daerah,” kata Drh. Nanang.

“Seperti tahun lalu, kebutuhan Banyuwangi hanya sekitar 2 700 san ekor. Sedang untuk tahun ini kita sudah menyiapkan sebanyak 40 ribu ekor sapi,” tambahnya.

Saat ini, Dinas masih mewaspadai penyakit mulut kuku (PMK) dan ancaman lumpy skin disease (LSD).

Itulah sebabnya Pemerintah Daerah (Pemda) masih memberlakukan syarat dan ketentuan bagi hewan ternak yang melintas di Banyuwangi.

“Untuk lalu lintas ternak baik dari lintas Kabupaten, Provinsi atau antar pulau, ternak harus sudah di vaksinasi ke dua. Untuk menjaga hewan ternak kurban tetap dalam keadaan sehat dan tidak terserang penyakit,” tegasnya. (kur/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?