Blitar, Blok-a.com – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto dan Hidayat Nur Wahid beserta rombongan, melaksanakan ziarah kebangsaan ke Makam Proklamator Ir. Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Begitu tiba di lokasi makam, rombongan langsung menggelar doa bersama. Lalu menabur bunga sebagai wujud penghormatan mendalam kepada Presiden Pertama Republik Indonesia sekaligus pencetus dasar negara Pancasila.
Setelah selesai berziarah, rombongan mengunjungi Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno yang kini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Agenda kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta diskusi bersama jajaran Pemerintah Kota Blitar di Rumah Dinas Wali Kota Blitar.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, kegiatan ziarah ini merupakan tradisi yang terus dilestarikan lembaga tinggi negara agar bangsa Indonesia senantiasa mengenang dan menghargai jasa para pendiri bangsa.
“Alhamdulillah pada hari ini kami pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke Makam Proklamator, Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. H. Soekarno. Kegiatan ini bagian dari proses menjelang peringatan 17 Agustus 2026 dan ini adalah tradisi yang akan terus kami pertahankan. Rencananya tradisi ini akan kami lanjutkan nanti pada hari Jumat untuk berziarah ke Makam Bung Hatta,” kata Muzani seusai kegiatan ziarah.
Muzani menegaskan, keberadaan kita sebagai bangsa yang merdeka saat ini tidak lepas dari perjuangan besar yang dilakukan Bung Karno bersama Bung Hatta dan para pahlawan lainnya. Oleh karena itu, rasa syukur dan penghormatan adalah hal yang paling utama untuk diberikan kepada para pendahulu yang telah berkorban.
“Kita bisa menikmati kemerdekaan ini berkat perjuangan para pendiri bangsa, terutama sang proklamator. Kami berharap bangsa Indonesia adalah bangsa yang penuh bersyukur atas perjuangan para pendahulunya dan bisa memanfaatkan anugerah yang diberikan Allah lewat jasa para pahlawan. Kita harus menghormati orang-orang yang telah berjasa, guru, orang tua, pemimpin terdahulu, dan para pahlawan kita,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Muzani juga mengingatkan kembali pesan persatuan yang selalu ditekankan oleh para pendiri bangsa sebagai kunci keberhasilan melewati berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia dari masa ke masa.
“Ini adalah upaya kita untuk terus mengingatkan bahwa Indonesia adalah rumah bersama. Meskipun kita berbeda pandangan, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan politik, tapi kita semua adalah keluarga besar bangsa Indonesia. Rumah besar ini harus kita jaga, rawat, dan kita jaga kebersamaan, persatuan, serta gotong royongnya. Sebesar apapun ujian yang kita hadapi, selama kita bersatu, kita pasti selamat,” jelas Muzani.
Muzani menambahkan, tradisi ziarah kebangsaan ini telah dimulai tahun lalu dengan mengunjungi lokasi bersejarah di Rangkasbitung, dan tahun ini dipilih lokasi Makam Bung Karno sebelum dilanjutkan ke Makam Bung Hatta. Diharapkan semangat persatuan tersebut dapat terus diwariskan oleh generasi penerus demi mewujudkan masa depan bangsa yang makmur dan cemerlang.
“Peristiwa 17 Agustus adalah momen sakral bukti keberanian bangsa melepaskan diri dari penjajahan. Sudah 81 tahun kita merdeka, dan kita akan menjadi bangsa yang lebih baik jika kita bersatu di atas perbedaan dan keberagaman. Persatuan adalah kekuatan terbesar kita,” pungkas Muzani. (jar)










Balas