Pihak Hotel Kaget, Uang Sewa Hall hanya Rp 2,7 Juta, Dinas Kesehatan Malah Transfer Rp 52 Juta?

Awak media (baju orange - putih) ketika bertemu perwakilan hotel.

Sumenep, blok.a.com – Membengkaknya pembayaran uang sewa Hall salah satu Hotel Sumenep membuat pihak manajemen hotel kaget. Sebab, uang sewa hall Hotel per hari hanya Rp 2.750.000,- Sementara pihak penyewa hall Hotel yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep justru membayar Rp 52.500.000,-

Hal itu terungkap setelah ada aliran dana masuk ke rekening Hotel senilai Rp 52 juta. Pihak hotel mengecek dana di rekening hotel setelah ada info dari pihak Dinkes bahwa uang sewa hotel sudah dibayar melalui transfer. Lantaran dana yang ditransfer membengkak atau lebih dari uang sewa, pihak hotel tidak berani mencairkan uang tersebut.

Aliran dana puluhan juta yang masuk ke rekening hotel untuk biaya sewa hall dengan agenda penyuluhan; “Komunikasi, Edukasi, dan Inovasi” pada Rabu (1/12/2021) lalu. Sementara uang ditransfer pada Kamis (23/12/2021). Sesuai kode transaksi: No.1017.klasifikasi: SP2D 19950/SP2D-L-S 2021.

Awak media ketika mendatangi kantor Dinkes kabupaten Sumenep (f: blok-a.com/Aldo)

Media ini lantas menelusuri adanya kejanggalan transfer dana ke pihak hotel itu. Setelah dikonfirmasi ke penanggung jawab atau perwakilan pihak hotel ternyata memnag benar ada kelebihan dana mencapai puluhan juta. Padahal, uang sewanya hanya Rp 2,7 juta saja.

Dari pihak Hotel Kuntoro saat dikonfirmasi menegaskan bahwa diduga dari pihak dinkes hendak meminta uang cashback dari uang total yang sudah ditransfer itu. Lantaran uangnya yg ditrasfer Rp 52 juta sedsngkan uang sewanya hanya Rp 2,7 juta saja.

Namun pihak hotel menolak mencairkan dana tersebut lantaran bengkak puluhan juta. Kalau cuma bengkak sedikit mungkin masih bisa dimaklumi. Jadi pihak hotel juga takut terjaid apa-apa nantinya kalau dicairkan lantaran sebelumnya tidak ada koordinasi dengan pihak hotel.

Lantas dia menyarankan pada pihak dinas untuk ketemu langsung dengan pemilik Hotelnya. Sebab ornag dinas itu membawa SPj kegiatan bahwa uang sebanyak yang ditransfer untuk bayar makan, snack dan lain lain.

“Jadi mau diinkludkan ke hotel pembayarannya. Kami tidak mau lantaran tidak dikoordinasikan sebelum kegiatan itu digelar. Jadi uang itu tidak terbayar sampai sekarang karena uang itu belum bisa dicairkan. Jelas kami dirugikan,” ujarnya.

Sayangnya ketika hendak didatangi ke Kantor Dinkes, Kepala Dinkes terkesan ogah menemui para awak media meski ada di kantornya. Dihubungi via WhatsApp juga tidak direspon. Sementara dikonfirmasi ke Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes), yang bersangkutan tidak ada di kantornya. Kata stafnya, Kabid Yankes lagi keluar kota. (Aldo/Gatut)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com