Petani dan Peternak Kota Batu Bakal Disuntik Bantuan, Ini Kriterianya

Dinas Pertanian Kota Batu Membantu Petani Agar Lebih Produktif
Dinas Pertanian Kota Batu Membantu Petani Agar Lebih Produktif - Foto: ist

KOTA BATU – Dinas Pertanian Kota Batu mulai menguncurkan anggaran untuk membantu sarana dan prasarana kepada petani maupun peternak. Bantuan tersebut rencananya akan mulai digelontorkan pada bulan Oktober atau awal November 2020.

Kepala Dinas Pertanian Batu, Sugeng Pramono menjelaskan bantuan akan disalurkan melalui kelompok tani.

“Untuk meringankan beban biaya produksi, akan didukung khususnya soal saprodi, bisa berupa bibit, pupuk dan sarana yang lain. Kedua, karena Dinas Pertanian juga menaungi peternakan, juga untuk mengurangi biaya produksi, memberikan pakan ternak dan perikanan,” ujar Sugeng, Kamis (1/10).

Selain itu Dinas Pertanian juga tengah mempersiapkan pemberkasan untuk pengadaan barang. Bahkan dalam waktu dekat Sugeng mengatakan jika proses birokrasi selesai maka bantuan akan segera disalurkan.

“Kan harus ada pengadaan barang dan jasa sehingga secara administrasi sedang dikerjakan. Kami berharap Oktober atau awal November sudah bisa segera digelontorkan,” katanya.

Selain itu Dinas Pertanian juga akan menyeleksi petani atau peternak yang berhak mendapatkan bantuan. Dengan keterbatasan anggaran, Sugeng mengatakan tidak semua petani dapat bantuan. Di sisi lain, ia juga menyadari adanya petani yang telah mandiri di Kota Batu.

“Jadi tidak semua bisa kami bantu. Kami bantu yang paling utama itu sudah masuk dalam kelompok, kedua melihat progres dari bantuan sebelumnya,” jelasnya.

Petani yang memiliki progres bagus dari bantuan sebelumnya akan menjadi prioritas dari Dinas Pertanian. Saat ini ada sekitar 226 kelompok tani di Kota Batu. Dari jumlah tersebut, Dinas Pertanian telah memetakan siapa yang akan dapat bantuan.

Terlebih menurut Sugeng, pertanian sayur sangat terdampak pada pandemi Covid-19 karena turunnya daya beli masyarakat. Sedangkan pertanian tanaman hias justru sebaliknya, yakni meningkat dan membuahkan untung bagi petani.

“Jadi begini, Dinas Pertanian berusaha untuk mempertahankan sayur, yang jadi masalah daya beli masyarakat turun. Ini juga tidak bisa dipungkiri, kami akan memetakan pasar. Sebetulnya pasar butuh berapa terhadap komoditas?,” ujarnya.

Produk pertanian juga sangat penting keberadaannya saat pandemi. Selain untuk menggerakan perekonomian, produksi pertanian juga untuk ketahanan pangan. Dinas Pertanian juga tengah berupaya memperbaiki kondisi tanah di kawasan Bumiaji agar hasil pertaniannya bagus.

Pemerintah Kota Batu juga mulai menggeliatkan pertanian porang sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK). Porang diproyeksikan menjadi alternatif penyediaan bahan pangan di masa mendatang. Pemkot Batu telah menjalin kerja sama dengan ITS untuk memanfaatkan tanaman herbal. Selain itu, kerja sama juga untuk menunjang pariwisata di Kota Batu.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com