Kota Malang, blok-a.com – Dalam rangka memperingati World Rabies Day 2024 yang jatuh pada 28 September, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispangtan) Kota Malang mengadakan vaksinasi rabies serta kastrasi kucing jantan gratis di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Malang, Jl. Sarangan, Sabtu (28/9/2024).
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, menyampaikan bahwa hari ini merupakan puncak dari peringatan Hari Rabies Dunia (HRD) 2024.
“Dispangtan Kota Malang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mengadakan kegiatan ini sebagai bagian dari peringatan HRD yang dilaksanakan hari ini di Puskeswan Kota Malang, Jl. Sarangan,” ungkap Slamet, Sabtu (28/9).
Dalam kegiatan ini, Dispangtan telah memberikan vaksin rabies kepada 33 ekor anjing dan 117 ekor kucing. Selain itu, kastrasi atau sterilisasi kucing jantan juga dilakukan secara gratis bagi pemilik hewan peliharaan.
Slamet menambahkan bahwa rangkaian kegiatan ini telah berlangsung sejak 23 hingga 26 September 2024, yang diawali dengan vaksinasi rabies gratis untuk anjing dan kucing.
“Kegiatan vaksinasi ini bertujuan menjaga kesehatan hewan peliharaan, serta melindungi kesehatan pemilik hewan dari risiko penyakit, termasuk rabies,” jelasnya.
Puncak dari kegiatan ini, lanjut Slamet, adalah pelaksanaan kastrasi atau sterilisasi kucing jantan pada Sabtu (28/9) secara gratis.
“Kastrasi ini bertujuan untuk mengendalikan populasi kucing di Kota Malang, yang saat ini sudah cukup banyak,” terang Slamet.
Menurut Slamet, populasi kucing yang tidak terkendali dapat mengabaikan kesejahteraan hewan itu sendiri. Oleh karena itu, kegiatan kastrasi ini diadakan sebagai bentuk upaya menjaga kesejahteraan hewan.
“Semakin tidak terkendali populasi kucing, kemungkinan besar kesejahteraan hewan akan terabaikan,” tambahnya.
Namun, Slamet juga mengingatkan bahwa kastrasi harus dilakukan secara seimbang agar tidak berdampak negatif pada populasi hewan lain, seperti tikus, yang juga berperan penting dalam ekosistem.
“Perlu ada keseimbangan antara populasi kucing dan tikus untuk menjaga ekosistem yang ada di Kota Malang,” tutupnya.(ags/lio)









