Kota Malang, blok-a.com – Misteri seorang pendemo yang hilang bernama Bima Permana Putra (BPP) akhirnya terungkap. Orang yang dilaporkan hilang saat aksi ricuh di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025), ditemukan di Kota Malang pada Rabu (17/9/2025) siang. Ia diamankan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Resa Fiardi Marasabessy di Klenteng Eng An Kiong, Jalan RE Martadinata, sekitar pukul 13.55 WIB.
Sebelumnya, kabar hilangnya Bima dilaporkan oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Namun belakangan, jejak keberadaan Bima mulai terendus oleh kepolisian di sekitar Klenteng Eng An Kiong.
Riyanto, satpam yang bertugas di Klenteng, menyebut Bima mulai muncul sejak awal September 2025. Hampir setiap hari ia terlihat datang dari arah selatan dan duduk diam di depan Klenteng.
“Kalau tidak salah sekitar tanggal tiga atau empat September mulai terlihat di sini. Duduk-duduk di depan sini, orangnya diam saja,” kata Riyanto sambil menunjuk lokasi tempat Bima biasa duduk.
Tak lama kemudian, Bima sempat menanyakan soal perayaan ulang tahun Klenteng. Ia juga mengaku berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dan biasa berjualan barongsai saat perayaan tertentu.
“Ia mengaku dari Kota Tegal. Biasanya berjualan barongsai saat momen ulang tahun Klenteng,” tambah Riyanto.
Sekitar 9 September 2025, Bima mulai terlihat berjualan barongsai di depan Klenteng. Aktivitas itu ia lakukan hampir setiap hari, dari pukul 10.00 hingga 19.00.
“Putra ini selalu memakai masker, bertopi, dan sweater hitam bergambar lengan panjang. Orangnya pendiam, bahkan saya sempat membantu menawari jualannya ke pembeli,” jelas Riyanto.
Riyanto juga sempat memperkenalkan Bima dengan salah satu warga bernama Mbak C, yang rutin berobat di Klenteng. Dari pertemuan itulah ia mengetahui nama Bima sebagai ‘Putra’.
“Tanya-tanya kos di dekat Klenteng ini. Terus tak kenalin mbak C. Sempat bertukar nomor Whatsapp kalau tidak salah,” tuturnya.
Sementara itu, Bambang, seorang pekerja di Klenteng, mengaku kaget saat melihat keramaian pada Rabu (18/9/2025) siang. Ia awalnya mengira ada kecelakaan lalu lintas.
“Kalau tidak salah kemarin siang, pokoknya setelah Dzuhur sebelum Ashar. Saya kira ada kecelakaan, ternyata penangkapan itu,” ucap Bambang.
Hingga berita ini diturunkan, media ini masih menunggu rilis resmi dari kepolisian terkait dengan Bima Permana Putra ini. (yog)










Balas