KOTA BATU – Sebanyak 14 warung Wisata Kuliner Payung 1, Jalan Brigjen Moh Manan Kelurahan Songgokerto, Kota Batu dievakuasi, Kamis (18/2). Evakuasi dilakukan setelah adanya retakan jalan dan tanah ambles di kawasan tersebut. Rencananya evakuasi akan di lakukan selama satu bulan ke depan sembari menunggu perbaikan jalan.
“Tentunya dengan adanya keputusan ini mereka (14 warung) menerima dengan legowo. Ini juga demi keselamatan bersama, sudah disosialisasikan sebelumnya dan mereka setuju semua. Rencananya evakuasi berjalan selama satu bulan di tahap pertama. Selama evakuasi juga mendapat persedian sembako kurang lebih untuk sebulan juga,” jelasnya saat dikonfirmasi Blok-A.
Para pemilik warung ini juga mendapat bantuan sembako berupa beras 50 kg, minyak goreng 8 liter, mie instan 6 kardus, gula 5 kg, teh, kopi dan bumbu dapur. Bantuan ini untuk mencukupi kebutuhan bahan makanan selama satu bulan mereka dievakuasi. Sehingga kawasan Wisata Kuliner Payung 1 akan mulai ditutup setelah proses evakuasi selesai.
“Rencannya nanti dari pihak kelurahan akan mencarikan tempat baru untuk berjualan. Karena tidak memungkinkan berjualan disini dengan kondisi jalanan akan diperbaiki,” imbuhnya.
Sedangkan untuk proses evakuasi sendiri dilakukan selama 2 hari yakni terhitung sejak hari ini dan besok Jumat (19/2). Kebanyakan dari mereka pindah sementara ke rumah saudara maupun rumah pribadi.
“Kan memang selama ini hidupnya kami di sini. Kalau mau pindah ya bisa mengungsi di rumah saudara atau ke posko BPBD juga telah menyiapkan,” katanya.
Sementara Kasi Kederarutan dan Logistik BPBD Batu, Achmad Choirur Rochiim mengatakan sebelum dilakukan evakuasi pihaknya bersama Pemerintah Desa (Pemdes) juga telah mensosialisasikan hal ini ke pedagang. Sehingga hari ini proses evakuasi bisa langsung berjalan.
“Kemarin sudah koordinasi dengan pemdes dan Mensosialisasikan ke pedagang. Alhamdulillah mereka mengerti dan bersedia di evakuasi sementara waktu,” terang Rochim.
BPBD Batu pun tak hanya membantu dari segi sembako namun posko pengungsian hingga kendaraan transportasi pun telah disediakan. Selain itu menurut Rochim ada dua KK yang sebelumnya akan meninggali posko BPBD selama dievakuasi.
“Kemarin sih 2 KK tapi yang satunya ini belum pasti karena masih punya sudah di Kota Batu. Sementara yang pasti akan tinggal di Posko 1 KK,” imbuh Rochim.
Total dari 14 KK yang dievakuasi Diperkirakan ada 50 jiwa yang melakukan pengungsian. Nantinya mereka akan dievakuasi ditempat yang lebih aman selama kurang lebih satu bulan. Namun saat pengerjaan belum selesai pihaknya akan melakukan perpanjangan evakuasi.
Pewarta : Pungky Ansiska
Foto : Pungky Ansiska










Balas