Okupansi ‘Terjun Bebas’ Gara-gara PPKM, PHRI Kota Batu Wadul ke Gubernur Jatim

Hotel Selecta
Hotel Selecta - Foto : Istimewa

KOTA BATU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu akhirnya sambat ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pasalnya sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid 1 tingkat okupansi hotel di Kota Batu sangat rendah, yakni di kisaran 10 persen.

Padahal sebelum diberlakukannya PPKM okupansi hotel di Kota Batu masih berjalan cukup baik. Bahkan sudah mulai ada peningkatan sedikit demi sedikit. Namun kini harus kembali turun karena PPKM, terlebih PPKM akan diperpanjang hingga 8 Februari mendatang.

“Jumlah okupansinya turun dratis. Saat ini keterisian kamar hanya sekitar 10 persen. Padahal saat libur Nataru kemarin bisa mencapai 40 persen. Makanya kami sampaikan kondisi ini ke Gubernur agar mengetahui seperti apa kondisi kita saat PPKM,” jelas Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, Sabtu (23/1).

Sujud menambahkan, sebagian besar tamu hotel di Kota Batu ini berasal dari Surabaya Raya. Sehingga ketika PPKM diterapkan akan sangat berdampak pada tingkat okupansi hotel di Kota Batu.

”Kebetulan memang di Jawa Timur ini Surabaya Raya menjadi salah satu lumbung tamu kami. Jadi ketika PPKM ya pastinya turun drastis” imbuh dia.

Lebih lanjut pria yang menjabat sebagai Direktur Taman Rekreasi Selecta ini mengatakan, yang melajukan audiensi dengan Gubernur Jawa Timur merupakan perwakilan dari pengurus BPD PHRI Jatim. Karena yang dapat mengikuti audiensi hanya terbatas mengingat harus menerapkan protokol kesehatan.

”Hari ini pengurus BPD PHRI Jatim melakukan audiensi dengan bu Gubernur. Kondisi di Batu ini juga sudah kami sampaikan ke mereka. Sehingga saat audiensi bisa langsung disampaikan ke Gubernur. Saat ini kami masih menunggu hasil audiensi tersebut,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com