MK Resmi Tolak Gugatan Batas Usia Capres Cawapres 35 Tahun, Ini Alasannya

Ketua MK Anwar Usman (foto: SINDOnews)

Blok-a.com – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi menolak gugatan batas usia calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) yang diajukan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Sebelumnya, perwakilan dari PSI, Giring Ganesha Djumaryo dan Dea Tunggaesti meminta usia minimal capres-cawapres diturunkan menjadi 35 tahun dari semula 40 tahun.

Para pemohon berasumsi bahwa pemimpin-pemimpin muda juga berpotensi memiliki bekal pengalaman untuk maju sebagai calon presiden dan wakil presiden.

Namun, MK ternyata tak bisa mengabulkan permohonan tersebut. Putusan soal batas usia capres cawapres itu dibacakan Ketua MK Anwar Usman di Gedung MKRI, Jakarta, Senin (16/10/2023).

“Menolak permohonan para pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman, dilansir dari siaran langsung YouTube MKRI.

Lantas apa alasan MK menolak?

Hakim MK, Saldi Isra menjelaskan alasan pihaknya menolak gugatan batas usia capres cawapres 35 tahun adalah untuk menghindari adanya dinamika di kemudian hari.

Menurut Saldi, jika mengabulkan gugatan uji materi untuk menurunkan syarat batas usia minimum capres-cawapres menjadi 35 tahun merupakan sebuah pelanggaran moral, ketidakadilan dan diskriminasi.

“Dengan menggunakan logika yang sama, dalam batas penalaran yang wajar, menurunkannya menjadi 35 tahun tentu dapat juga dinilai merupakan bentuk pelanggaran moral, ketidakadilan, dan diskriminasi bagi yang berusia di bawah 35 tahun atau batasan-batasan usia tertentu di bawah 35 tahun, terutama bagi warga negara yang sudah memiliki hak untuk memilih,” jelas Saldi.

“Jika Mahkamah menentukannya, maka fleksibilitasnya menjadi hilang dan dapat memicu munculnya berbagai permohonan terkait dengan persyaratan batas minimal usia jabatan publik lainnya ke Mahkamah Konstitusi,” sambungnya.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?