Banyuwangi Blok A – Antisipasi tindakan kesewenangan dan kesejahteraan buruh Perkebunan Bumisari. Mahasiswa bersama tokoh masyarakat (Tomas), tokoh agama (Tiga) dan perwakilan buruh Perkebunan Bumisari membentuk Forum Peduli Buruh Bumisari (FPBB), Kamis (28/4/2022).
Ketua FPBB, Dana Wijaya mengatakan tujuannya forum ini untuk mengawal kesejahteraan kaum buruh perkebunan Bumisari. Menurut Dana, kesejahteraan yang dimaksud itu berkaitan tentang peningkatan upah buruh, jaminan keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja serta pemberdayaan kaum buruh untuk penambahan peningkatan pendapatan buruh perkebunan.

“Buruh Perkebunan perlu perhatian lebih, kita harus banyak belajar dari setiap perjalanan hidup buruh perkebunan yang begitu tangguh menghadapi kerasnya kehidupan” kata Dana, Sabtu (30/4/2022).
“Dengan Upah yang pas-pasan mereka tetap meyakini bahwa hidup akan tetap bisa berjalan,” tambah Dana.
Selain itu, adanya konflik horizontal yang akhir-akhir ini terjadi antara masyarakat pejuang tanah dan buruh perkebunan juga membuat situasi semakin miris. Konflik yang di anulir karena miskonsepsi membuat semakin runyam dan menyita perhatian.
“Kita sebagai rakyat yang kedudukannya sama dengan sejarah senasib sepenanggungan sudah sepatutnya bisa menjaga persaudaraan dan persatuan dengan tidak merugikan satu sama lain,”
Ujar Ketua umum FPBB.
Dana menegaskan berdirinya FPBB ini sebagai jembatan antara buruh dengan manajemen perkebunan Bumisari.
“konflik horizontal akan berdampak berkepanjangan, maka sudah sepatutnya kita bermusyawarah dengan kepala dingin agar segala sesuatu bisa terselesaikan dengan baik dan kesenjangan sosial ataupun permusuhan antar masyarakat pribumi bisa diantisipasi,” tegasnya. (Aras Sugiarto)










Balas