Mahasiswa di Malang Tolak Omnibus Law, Polisi Kerahkan Ribuan Personel Pengamanan

Mahasiswa Turun Ke Jalan Tolak Omnibus Law
Mahasiswa Turun Ke Jalan Tolak Omnibus Law

MALANG – Berangsur pendemo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mayoritas diisi mahasiswa mulai padati Gedung DPRD Kota Malang, Kamis (8/10).

Massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Malang Melawan itu dihadang oleh personel aparat keamanan mulai TNI, Polri hingga Satpol PP. Selain mahasiswa, ada pula kalangan buruh yang ikuti demo.

Jumlahnya hampir seimbang. Untuk mencegah kericuhan selama demo mahasiswa, petugas kepolisian mengerahkan hingga 1200 personel. Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona terlihat sudah hadir di lokasi.

Total, sebanyak 900 massa dari buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak Undang Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja pagi ini. Aksi unjuk rasa sendiri dipusatkan di depan gedung DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang pada Kamis (8/10).

“Jumlah massa (pendemo) hadir sebanyak 900 orang. Secara umum dari Polresta Malang Kota dan BKO ada 1.200 personel yang diturunkan,” papar Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution.

Areal depan gedung DPRD Kota Malang sudah ramai pendemo. Disana, kawat berduri terpasang melingkar. Water canon pun disiapkan untuk mengamankan jalannya demo.

Petugas kepolisian dari Polresta Malang Kota dibantu Polres Blitar dan Brimob Polda Jatim sudah siap siaga sedari pagi tadi. Mereka juga tersebar di berbagai titik untuk mengamankan lalu lintas.

Kasat Lantas menurunkan personel untuk mengatur lalu lintas di areal sekitar gedung DPRD Kota Malang. “Kita turunkan sebanyak 140 orang personel satlantas untuk pengaturan lalin,” tambahnya.

Exit mobile version