Mahasiswa di Malang Tak Turun ke Jalan Lagi, Massa Lain Datang, Siapa?

Massa melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Malang
Massa melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Malang - Foto: Elfran Vido

MALANG – Demo yang seharusnya digelar di Gedung DPRD-Balai Kota Malang yang diperkirakan diikuti FPI, GNPF dan PA 212, Selasa (13/10) tak terlaksana. Namun, sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi, datang massa yang lakukan long march dari Masjid Jami’ Kota Malang. Massa aksi tersebut datang bukan bermaksud untuk lakukan demo, tapi aksi damai.

“Salam satu jiwa, Arema. Kami arek-arek Malang hadir disini sebagai bentuk keprihatinan peristiwa 8 Oktober kemarin di Kota kita, Kota Malang,” teriak korlap aksi lewat loudspeaker.

Dari kejauhan sudah terlihat Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP) yang paling mendominasi dengan seragam doreng berwarna oranye milik mereka.

Ada sekitar 30 ormas yang ikuti aksi, mulai Pemuda Pancasila, Barisan Kader GusDur, Senkom, Alumni Halokes, BSC, MAK, API (Aliansi Petinju Indonesia), Garda Pancasila, Malabar, Genaroh Klojen, BRC (Bravo Reaksi Cepat), BMGK, BASADA, Pemuda Demokrat, PMBS, Jamaah Cangkruan GusDur Gasek, PITI, Barisan Semut Merah 99 Ngalam, JKJT, SBN dan PGN.

Gabungan organisasi masyarakat dan organisasi pemuda di Kota Malang itu lakukan long march dalam rangka menyerukan menolak tindakan anarkisme dan intoleransi di Kota Malang.

“Kita hadir mulai tokoh agama, pemuda dan masyarakat, sekitar 30 ormas. Kita juga sekalian berterimakasih terhadap polisi dan TNI dan semua yang terlibat dalam pengamanan. Kita sangat menyesalkan kejadian tanggal 8 Oktober pada hari Kamis kemarin,” tukas Dersi Hariono, Koordinator Aksi kali ini.

Pria 45 tahun yang juga Ketua Barisan Kader Gusdur itu menyebut sekitar 500 massa hadir dalam aksi dalam siang ini.

Di depan gedung DPRD Kota Malang, mereka disambut Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona.

“Saya harap, kejadian kemarin pertama dan terakhir di Kota Malang. Saya berterimakasih dan mari kita jaga bersama keamanan Kota Malang. Selalu bergandengan tangan, jangan mau dipecah belah oknum tak bertanggung jawab,” tegas Leo.

Menurut Leo – kejadian kemarin bukan ulah warga Malang. Bukan juga ulah mahasiswa dan buruh. “Tapi ulah oknum kelompok tertentu, makannya mari kita jaga bersama. Saya harap kejadian anarkisme kemarin jadi yang pertama dan terakhir di Kota Malang,” tandas Leo.

Sementara itu, di persiapan demo hari ini, 3000 pasukan gabungan siap siaga sejak pukul 07.00 WIB. Mulai Polri, TNI, Satpol PP, Dishub Kota Malang, PSC 119 dan PMI Kota Malang siap di lokasi. Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika terlihat juga di sekitar lokasi.

Sementara itu, massa aksi damai bubar sekitar pukul 15.30 WIB. “Terimakasih, terimakasih, bapak Polisi. Terimakasih, terimakasih, bapak TNI,” nyanyi massa menyudahi aksi sambil meninggalkan Gedung DPRD Kota Malang.

 

Exit mobile version