Gresik, Blok-a.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana terus digalakkan di wilayah pesisir Kabupaten Gresik.
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lumpur bersama Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik. Menggelar pelatihan cepat tanggap kebencanaan sekaligus pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Kantor Kelurahan Lumpur, Jumat (30/1/2026).
Ketua LPMK Lumpur, Ahmad Fasolin menuturkan bahwa kondisi geografis Kelurahan Lumpur yang berdekatan dengan laut serta padatnya permukiman warga menjadi faktor risiko yang tidak bisa diabaikan.
Menurutnya, ancaman kebakaran hingga bencana air rob merupakan potensi nyata yang perlu diantisipasi sejak dini.
“Lingkungan kami padat penduduk dan dekat dengan laut. Potensi kebakaran, rob, dan bencana lain bisa terjadi kapan saja. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal warga agar bisa siaga, cepat, dan tanggap dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ahmad Fasolin menilai, kegiatan ini menjadi langkah konkret kolaborasi antara unsur masyarakat, pemerintah, dan dunia industri dalam membangun budaya sadar bencana di tingkat kelurahan, khususnya di wilayah pesisir yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Lumpur, Eka Prapangasta menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan masyarakat dalam menangani kebakaran. Terutama di wilayah dengan tingkat kepadatan hunian yang tinggi.
Ia menekankan bahwa penggunaan APAR tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan memerlukan pemahaman teknis yang tepat.
“Penggunaan APAR perlu dilatih tekniknya sesuai jenis bahan bakunya. Ini bukan sekadar alat, tapi keterampilan yang harus dipahami masyarakat,” tegas Eka.
Dalam kesempatan yang sama, Eka juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Gresik atas peran aktifnya dalam membantu proses pencarian korban kecelakaan laut yang menewaskan seorang nelayan asal Kelurahan Lumpur beberapa waktu lalu.
Ia menilai kehadiran BPBD menjadi bentuk nyata sinergi pemerintah dalam penanganan situasi darurat.
Sementara itu, Wildan Andaru selaku HSSE Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik menyebutkan bahwa Kelurahan Lumpur termasuk kawasan rawan banjir. Di sisi lain, kepadatan permukiman juga meningkatkan risiko korsleting listrik yang kerap menjadi pemicu kebakaran.
“Kebakaran tentu kita harapkan tidak pernah terjadi, namun pengetahuan penanganannya tetap harus dipersiapkan. Mitigasi adalah kunci agar dampak bisa ditekan,” jelasnya.
Pelatihan tidak hanya diisi dengan pemaparan materi kebencanaan oleh BPBD Gresik, namun juga dilanjutkan dengan simulasi penanganan kebakaran oleh tim HSSE Pertamina Patra Niaga Bitumen Plant Gresik.
Peserta diperkenalkan pada berbagai jenis APAR, teknik memadamkan api yang benar, hingga praktik langsung pemadaman api di lapangan. (ivn/gni)










Balas
Lihat komentar