Parapatan Cabang PSHT Mojokerto 2026 Tekankan Demokrasi Organisasi dan Kondusivitas Wilayah

Acara Parapatan perguruan silat PSHT Mojokerto di Hotel Bukit Surya, Pacet.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Acara Parapatan perguruan silat PSHT Mojokerto di Hotel Bukit Surya, Pacet.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Mojokerto menggelar Parapatan Cabang Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk menata kepemimpinan organisasi lima tahun ke depan. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Hotel Bukit Surya, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, pada Minggu (1/2/2026).

Parapatan Cabang menjadi momentum penting dalam proses demokrasi internal PSHT, khususnya menjaring calon Ketua Cabang dan Ketua Dewan Cabang masa bakti 2026–2031. Sekitar 40 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus cabang serta ketua ranting se-Kabupaten Mojokerto mengikuti kegiatan ini dengan tertib.

Acara tersebut dihadiri pengurus PSHT tingkat pusat dan cabang. Di antaranya Ketua I Koordinator Bidang Organisasi PSHT Pusat Madiun, Kangmas Sigit Agus Hari Basoeki, serta Ketua PSHT Cabang Kabupaten Mojokerto, Drs. H. R. Hari Soetjipto, B.Sc.

Selain agenda organisasi, Parapatan Cabang juga mendapat perhatian dari unsur kepolisian. Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., hadir memberikan pembinaan sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Dalam sambutannya, AKP Umam mengapresiasi PSHT sebagai organisasi pencak silat yang mampu menjaga ketertiban dan soliditas anggotanya. Ia menekankan pentingnya peran warga PSHT dalam menjaga stabilitas sosial, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

Kapolsek Pacet tersebut mengingatkan agar seluruh warga PSHT bijak dalam bermedia sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, media sosial kerap menjadi sumber kesalahpahaman yang dapat memicu gesekan antarperguruan silat.

“Kami berharap warga PSHT lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak narasi provokatif yang sengaja dibuat untuk memecah belah. Jangan mudah terpancing oleh konten yang tidak bertanggung jawab,” ujar AKP Umam.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan demi menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Mari bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Terus bangun komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum dan terciptanya keamanan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Parapatan Cabang, Mustofa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penjaringan calon pimpinan cabang. Hasil dari forum tersebut akan menjadi bahan pertimbangan PSHT Pusat Madiun dalam menentukan kepemimpinan cabang ke depan.

“Parapatan Cabang ini menjadi forum musyawarah untuk menjaring calon ketua. Kami berharap kepemimpinan mendatang mampu membawa PSHT Mojokerto semakin maju dan solid,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kangmas Sigit Agus Hari Basoeki. Ia berharap Parapatan Cabang PSHT Mojokerto dapat menjadi contoh pelaksanaan musyawarah organisasi yang tertib dan bermartabat, mengingat PSHT kini telah berkembang dengan 375 cabang di dalam negeri serta 303 cabang di luar negeri.

Berdasarkan hasil tim formatur, terdapat tiga nama calon Ketua PSHT Cabang Kabupaten Mojokerto periode 2026–2031 yang akan diajukan ke PSHT Pusat Madiun, yakni Drs. H. R. Hari Soetjipto dari Pacet, M. Mustofa dari Dawar, dan Kariono dari Mojosari. Penetapan ketua cabang sepenuhnya menjadi kewenangan PSHT Pusat Madiun.

Rangkaian kegiatan Parapatan Cabang ditutup dengan penandatanganan berita acara dan doa bersama. Seluruh acara berlangsung aman, lancar, serta mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi nilai utama PSHT. (sya/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com