Kasun Gondowangi Wagir Jadi Korban Pembacokan Pemuda Mabuk di Malang

Ilustrasi pembacokan. (pixabay)
Ilustrasi pembacokan. (pixabay)

Kabupaten MalangBlok-a.com Kepala Dusun di Desa Gondowangi Wagir Kabupaten Malang, Toni (42) jadi korban pembacokan.

Dia menjadi korban pembacokan gegara niat baiknya yang mengingatkan pemuda sekaligus tetangganya agar tak berbuat gaduh di Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang

Akibat luka bacokan di punggung Kasun Toni harus dilarikan ke UGD RS Syaiful Anwar Kota Malang untuk mendapatkan perawatan.

Melalui Kasi Humas Polres Malang, IPTU Achmad Taufik saat dikonfirmasi awak media mengatakan peristiwa pembacokan dengan mengunakan parang terjadi Senin (19/6/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.

Kejadian pembacokan itu terjadi rumah pelaku tepatnya di Jalan Kampung Dauan Dusun Dauan RT 17 RW 03 Desa Gondowangi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang.

“Tersangka pembacokan bernama Arif (23) warga Dusun Dauan Desa Gondowanggi Kecamatan Wagir Kabupaten Malang,” kata Taufik kepada awak media, Selasa (20/6/2023).

Dikatakan Taufik, peristiwa ini berawal saat Polsek Wagir mendapat laporan dari Suwito (44) warga Rekesan RT 18 RW 03 Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir kalau perangkat desa atau Kasun Toni jadi korban pembacokan.

“Mendapatkan laporan ini Kapolsek Wagir AKP AKP Ronny Margas bersama lima orang anggotanya langsung melakukan penyelidikan ke tempat Kejadian perkara (TKP) dan menangkap pelaku ini yang tak lain Arif,” jelasnya.

Lanjut dijelaskan Taufik, peristiwa berawal saat pelaku pulang dari pesta miras di kandang ayam yang lokasinya tidak jauh dari kejadian. Sesampai di depan rumah, pelaku membuat gaduh serta menantang semua orang yang lewat di depan rumahnya.

”Saat itu korban Toni kebetulan lewat didepan rumah tersangka dan mengingatkan pelaku agar tidak membuat gaduh,” imbuh Taufik.

Kemudian teguran Toni tersebut membuat pelaku tidak terima yang akhirnya dibalas oleh pelaku dengan pukulan mengunakan potongan kursi.

“Belum puas dengan aksinya pelaku masuk kedalam rumah mengambil dua buah senjata tajam dan kemudian membacok bagian punggung korban dengan sebilah parang yang mengakibatkan korban mengalami luka 14 jahitan,” bebernya.

Petugas Reskrim Polsek Wagir berhasil mengamankan barang bukti yang dipakai pelaku untuk melakukan penganiayaan yaitu satu buah sajam jenis parang berukuran 90cm dan satu buah sajam jenis caluk.

“Akibat perbuatannya, Arif dikenakan Pasal 351 ayat (21) KUHP Jo UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam,” pungkasnya. (mg1/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?