Jukir Kayutangan Heritage Terancam Hilang Pekerjaan Gegara Proyek Ini

Komisi C DPRD Kota Malang Tanggapi Kekhawatiran Juru Parkir soal Rencana Gedung Parkir Mix Mandiri Kota Malang, blok-a.com – Rencana pembangunan gedung parkir Mix Mandiri di kawasan Kayutangan Heritage mendapat sorotan dari juru parkir (jukir) setempat. Dalam audiensi bersama Komisi C DPRD Kota Malang, Rabu (4/6/2025), para jukir menyampaikan kekhawatiran kehilangan mata pencaharian akibat pembangunan tersebut. Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, menyatakan bahwa aspirasi utama para jukir adalah jaminan keberlanjutan pekerjaan, bukan kompensasi uang. “Masalahnya bukan sekadar parkir dipindah, tapi soal nafkah mereka. Jangan sampai pembangunan ini justru membuat mereka kehilangan pekerjaan,” kata Anas. Komisi C berencana menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membahas teknis pembangunan, jumlah lantai, kapasitas gedung, serta skema pemberdayaan jukir. “Kalau memang harus dibangun, kita harus pastikan ada skema yang adil, entah mereka tetap bekerja di lokasi dengan sistem baru atau dipindahkan ke tempat lain,” jelasnya. Anas menegaskan pihaknya mendukung penataan kota, tetapi menolak jika pembangunan berdampak negatif terhadap masyarakat. “Modernisasi penting, tapi tidak boleh mengorbankan rakyat kecil,” tegasnya. Sementara itu, Koordinator Jukir Kayutangan, Chulfiyah Ningsih, meminta Pemkot Malang lebih memperhatikan dampak sosial dari proyek ini. “Pembangunan ini tidak boleh hanya mengejar aspek ekonomi. Pemberdayaan bagi kami juga harus dipikirkan,” ujar Chulfiyah. Dalam audiensi juga terungkap, rencana anggaran pembangunan yang semula Rp25 miliar kini dipangkas menjadi Rp 10 hingga Rp 15 miliar. Pemangkasan ini berpotensi mengurangi jumlah lantai gedung dari enam lantai menjadi lebih sedikit, yang turut memengaruhi daya tampung parkir ke depan. (yog)
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin seusai rapat dengan paguyuban parkir kayutangan (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Juru parkir (Jukir) di koridor Kayutangan Heritage resah. Mereka wadul ke Komisi C DPRD Kota Malang bahwa mereka terancam kehilangan pekerjaan. Hal ini karena ada rencana pembangunan gedung parkir Mix Mandiri di kawasan Kayutangan Heritage.

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Anas Muttaqin, menyatakan bahwa aspirasi utama para jukir di koridor Kayutangan Heritage adalah jaminan keberlanjutan pekerjaan, bukan kompensasi uang.

“Masalahnya bukan sekadar parkir dipindah, tapi soal nafkah mereka. Jangan sampai pembangunan ini justru membuat mereka kehilangan pekerjaan,” kata Anas.

Komisi C berencana menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membahas teknis pembangunan, jumlah lantai, kapasitas gedung, serta skema pemberdayaan jukir.

“Kalau memang harus dibangun, kita harus pastikan ada skema yang adil, entah mereka tetap bekerja di lokasi dengan sistem baru atau dipindahkan ke tempat lain,” jelasnya.

Anas menegaskan pihaknya mendukung penataan kota, tetapi menolak jika pembangunan berdampak negatif terhadap masyarakat.

“Modernisasi penting, tapi tidak boleh mengorbankan rakyat kecil,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Jukir Kayutangan, Chulfiyah Ningsih, meminta Pemkot Malang lebih memperhatikan dampak sosial dari proyek ini.

“Pembangunan ini tidak boleh hanya mengejar aspek ekonomi. Pemberdayaan bagi kami juga harus dipikirkan,” ujar Chulfiyah.

Dalam audiensi juga terungkap, rencana anggaran pembangunan yang semula Rp25 miliar kini dipangkas menjadi Rp 10 hingga Rp 15 miliar. Pemangkasan ini berpotensi mengurangi jumlah lantai gedung dari enam lantai menjadi lebih sedikit, yang turut memengaruhi daya tampung parkir ke depan. (yog/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com