Kota Malang, blok-A.com – Himpunan Psikolog (HIMPSI) cabang Malang lakukan dukungan psikologis sosial untuk korban tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober silam, Sabtu (15/10/2022).
Dalam waktu dekat Himpsi juga akan melakukan intervensi komunitas, hal tersebut disampaikan langsung oleh wakil ketua Himpsi cabang Malang, Isa Wahyudi atau Ki Demang sapaan akrabnya.
“Kita akan melakukan kegiatan namanya intervensi komunitas, bahwa teman teman wartawan dan polisi ternyata butuh dampingan psikologis sosial dalam menghadapi korban ini,” tuturnya saat ditemui pada acara Musyawarah cabang Himpsi Malang.
Dalam penanganan korban tragedi Kanjuruhan, Himpasi menggelontorkan puluhan psikolog yang tergabung untuk melakukan home visit di minggu kedua tragedi Kanjuruhan.
“Jadi kemarin minggu pertama kita masih hotline, terus kemudian minggu kedua kita lakukan home visit sebanyak 70 korban,” ungkapnya.
Kini penanganan home visit sudah mulai dilakukan, Ki Demang menjelaskan penanganan awal dilakukan dengan pemeriksaan psikologis korban untuk menentukan intervensi jenis apa yang akan diberikan pada kobran.
“Sebelum melakukan pemeriksaan psikologis, korban diajak ngobrol kita healing dulu sejenak kemudian dilakukan pemeriksaan pskilogis untuk menentukan intervensi jenis apa yang akan diberikan pada korban karena kan korban macam macam,” jelasnya.
Ki Demang mengatakan data terkini yang di update pada 14/10 malam, sebanyak 70 korban tragedi Kanjuruhan yang sudah tangani Himpsi secara home visit. Data tersebut pun akan terus bertambah mengikuti perkembangan korban tragedi Kanjuruhan.
Ia menuturkan beberapa korban masih belum menerima kenyataan yang terjadi, beberapa lainnya mengeluhkan susah tidur, tidak nafsu makan, cenderung pendiam, trauma dengan suara keramaian dan ambulans, hingga beberapa yang masih ada yang histeria.
Ki Demang menuturkan dalam waktu dekat Himpsi hanya akan berfokus untuk pemulihan korban Kanjuruhan.
“Bahkan sampai bulan Desember muskipun kepengurusan akan berganti, mungkin sampai akhir tahun kita akan berkonsentrasi pada korban Kanjuruhan,” imbuhnya.
“Karena ternyata banyak komunitas yang minta Himpsi untuk mendapatkan intervensi komunikasi, kita sebagian akan berkonsentrasi pada itu,” pungkasnya. (ptu/bob)










Balas