KOTA MALANG – Uji coba penutupan kawasan Kayutangan Heritage, Senin (9/11) siang nampaknya menimbulkan perhatian dari masyarakat. Pasalnya dari penutupan tersebut sejumlah jalan di Kota Malang terpantau mengalami kemacetan.
Seperti di kawasan Balai Kota Malang (Alun-alun Tugu), depan Pavilyun RSSA, perempatan Jalan Pattimura hingga dikawasan depan Ramayana terjadi kemacetan yang tidak bisa terhindari sejak pukul 14.00.
Kurangnya sosialisasi menjadi dampak tersendiri terutama bagi warga yang tinggal di sekitaran Jalan Basuki Rahmat, akibat kemacetan yang terjadi.
Salah satu warga RT 02 RW 07 Kelurahan Klojen Kecamatan Klojen, Windra mengaku belum mendapatkan sosialisasi terkait penutupan jalan yang dilakukan siang hari ini.
“Kalau mau ditutup tahu tapi kapan akan ditutup itu yang tidak tahu. Lha ini tadi pas di rumah kok ramai-ramai katanya mau ditutup tapi kok tidak ada sosialisasi sebelumnya” kata Windra kepada Blok-A.
Meskipun begitu Windra hanya mengetahui bahwa jalan tersebut memang akan dilakukan pembangunan. Hanya saja ia menyesalkan kurangnya sosialisasi. Terlebih kepada warga yang tinggal disekitar lokasi yang akan ditutup.
“Kalau ditutup gini kita nanti mau lewat mana. Ada jalan tidak buat warga yang tinggal disini. Kan selama penutupan kita juga kadang perlu keluar rumah untuk belanja, lha jalurnya gimana nanti,” imbuhnya.
Senada dengan Windra, Anita salah satu warga sekitar juga belum mengetahui dengan adanya penutupan di jalan tersebut. Pihaknya juga mempertanyakan kedepannya akses untuk warga sekitar bagiamana.
“Tidak tahu juga kalau ada penutupan hari ini. Tadi pagi masih ramai dilewati pengendara, siang ini tadi udah ditutup saja,” jelas Anita.
Anita juga sempat mencari informasi terkait akses menuju rumahnya. Pasalnya rumah yang ia huni berada di kawasan Jalan Basuki Rahmat yang mengalami penutupan.
“Tadi sempat tanya-tanya ke polisi katanya ada akses untuk kita lewat. Tapi kalau keluar masuk kawasan sini harus ijin dulu. Kok jadinya malah ribet ya,” imbuhnya.
Untuk diketahui, pembangunan Kayutangan Heritage merupakan program Kementerian PUPR bertajuk Kotaku. Sebelumnya, proyek senilai Rp 1,6 Miliar dari APBD tahun 2019 tersebut memang sempat terhambat lantaran pandemi covid-19.
Ditargetkan, keseluruhan proyek Kayutangan Heritage yang rencananya mirip kawasan Braga di Bandung dan Malioboro di Yogyakarta tersebut akan rampung pada bulan Februari 2021 mendatang.










Balas
Lihat komentar