KOTA BATU – Aturan yang mewajibkan wisatawan membawa hasil rapid test antibodi sebelum memasuki Kota Batu mulai diterapkan hari ini, (Kamis, 24/12). Adanya pemberlakukan tersebut membuat sejumlah sektor pariwisata mengalami penurunan jumlah pengunjung.
Salah satunya di Wisata Coban Talun yang turut merasakan perubahan jumlah kunjungan. Bahkan dalam sehari terlihat hanya sekitar 50-100 orang yang berkunjung ke wisata tersebut. Padahal ketika mendekati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) peningkatan jumlah kunjungan sudah bisa terlihat.
“Penurunan sudah mulai kami rasakan bahkan mencapai 70 persen. Biasanya kalau momen seperti ini bisa meningkat ini malah tambah menurun,” jelas Pengelola Wana Wisata Coban Talun, Samsul Huda saat dikonfirmasi Blok-A.
Lanjut Samsul menurutnya penurunan ini sudah dirasakan sejak dua minggu terakhir. Apalagi faktor cuaca di Kota Batu yang tidak menentu membuat penurunan pengujung semakin dirasakan.
“Sejak dua minggu terakhir kan sudah banyak yang beredar info rapid test ini dan banyak juga yang tanya ke kami. Namun kami waktu itu belum bisa memastikan, baru sekarang bisa memastikan kalau benar harus rapid test untuk masuk Kota Batu,” katanya.
Meskipun begitu pihaknya tetap mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh Wali Kota Batu. Hal ini guna meminimalisir penyebaran covid-19 di lingkungan wisata.
“Kami hargai semua keputusan Wali Kota. kami juga tidak menggelar kegiatan selama tahun baru. Protokol kesehatan juga kami perketat,” imbuh Samsul.
Sementara itu tidak hanya wisata alam saja yang mengalami penurunan jumlah kunjungan, namun wisata buatan terbesar di Kota Batu yakni Jawa Timur Park (JTP) Group pun juga mengalami hal tersebut.
“Banyak yang mereschedule ulang jadwal kunjungan ke JTP. Bahkan ada pula yang membatalkan. Kebanyakan itu dari group-grpup yang jauh-jauh hari sudah booking tiket,” terang Marketing and Public Relation Manager Jatim Park Group, Titik S Arianto.
Titik merinci, sejak beberapa hari terakhir sudah banyak wisatawan yang akan berkunjung ke JTP namun harus reschedule ulang setelah adanya kebijakan tersebut. Meskipun begitu pihaknya tetap mematuhi peraturan yang telah dikeluarkan Wali Kota Batu.
“Tetap kita patuhi dan dilaksanakan. Karena ini kan sudah ketetapan dari Wali Kota. Kami hanya bisa mematuhi saja,” pungkas wanita beramput pendek ini.










Balas