Kota Malang, blok-a.com – Dalam kurun waktu tiga hari terakhir Malang dilanda hujan, yakni Senin (23/10/2023) hingga Rabu (25/10/2023). Apakah ini sudah pertanda masuk musim hujan di Malang?
Seperti diketahui, musim kemarau atau tiada hujan di Malang ini cukup panjang. Dari rilis BMKG sebelumnya wilayah Jatim termasuk Malang, bakal musim hujan pada November 2023.
Namun sebelum November, ternyata hujan mulai rutin mengguyur Malang ketika siang hingga sore hari.
Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno menjelaskan, pihaknya belum menerima rilis resmi dari BMKG apakah ini sudah mulai musim hujan.
Namun yang pasti, dia menjelaskan, musim hujan di Malang itu adalah bulan November 2023.
“Kalau kita menurut rilis resmi BMKG itu November,” jelasnya.
Dia pun sebenarnya mengiyakan bahwa memang tiga hari terakhir ini Malang sudah mulai ada hujan.
Untuk itu, dia pun kini tengah mempersiapkan apel siaga bencana untuk datangnya musim hujan.
“Kebetulan di Malang ini 3 hari sudah hujan. Lah di November ini sudah kami siapkan apel siaga bencana,” kata dia.
Terpisah, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang, Ahmad Lutfi menjelaskan, musim hujan di Jatim termasuk Malang dimulai pada Novemeber 2023.
Prediksi itu masih tetap sama, meskipun tiga hari terakhir di Malang mulai diguyur hujan.
Lutfi mempunyai penjelasan kenapa hujan mengguyur meskipun masih musim kemarau.
Dijelaskannya sebelum peralihan musim kemarau ke hujan, pasti didahului kondisi hujan.
“Awal musim hujan November. Pasti akan didahului kondisi hujan sebelum awal musim hujan terjadi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, dalam kurun waktu tiga hari terakhir terdapat hujan itu karena cuaca ekstrem pada masa pancaroba.
Dia menjelaskan, terdapat sejumlah wilayah di Jatim yang terjadi cuaca ekstrem pada musim pancaroba.
“Antara lain Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang, Kota Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupayen Ponorogo, Kabupaten dan Kota Blitar, Kabupaten Jember, Kabupaten dan Kota Masiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, dan Kabupaten Tulungagung,” jelasnya.
Cuaca ekstrem pada masa pancaroba ini diprediksi bakal terjadi pada 25 sampai 31 Oktober 2023.
Pada cuaca ekstrem ini akan terjadi hujan lebat, angin kencang, puting beliung serta hujan es.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak potensi bencana hidrometerotologi,” tutupnya. (bob)










Balas
Lihat komentar