KOTA MALANG – Proyek Kayutangan Heritage yang termasuk dalam program Nasional Slum Upgrading Project (NSUP) dipastikan selesai Minggu (20/12). Nanti malam (21/12) pukul 00.00 Kayutangan Heritage dibuka lagi. Persimpangan Rajabali ataupun persimpangan PLN pun kembali dibuka.
Hal itu disampaikan Lead City Level sekaligus Civil Engineer NSUP, Alif Riwidya ke Blok-A, Minggu (20/12). “Sudah clear and clean semua zona andesitnya nanti jam 00.00 open traffic (dibuka jalannya),” kata Alif.
Alif juga menambahkan saat ini pengerjaan yang dilakukan adalah mengganti beberapa batu andesit yang berada di zona 1 dan 2 Kayutangan Heritage.
“Iya dari hasil check dan recheck kami harus ada penggantian batu andesitnya. Contohnya ada ukuran yang tidak pas. Makanya kami ganti dulu” tutur ia.
Setelah diganti, nantinya sampah dan peralatan sisa konstruksi pembangunan Kayutangan Heritage akan dibersihkan. “Dan setelah dibersihkan siap digunakan lagi untuk pengendara,” tuturnya.
Dari pantauan Blok-A sendiri memang ada satu atau dua bantalan jalan berupa batuan andesit yang masih belum terpasang.
Proyek kayu tangan heritage sendiri pengerjaannya dimulai pada November 2020 lalu. Pembangunan proyek tersebut sendiri dinilai akan membuat daerah Kayutangan layaknya daerah Malioboro di Yogyakarta.
Meskipun membuat wajah Kota Malang menjadi keren, ada hal menyebalkan yang harus dialami warga Kota Malang selama pembangunan, yakni pengalihan arus.
Selama pembangunan pengendara tidak bisa melewati Jalan Basuki Rahmat karena adanya pembangunan. Padahal Jalan Basuki Rahmat merupakan jalan yang vital. Alhasil, kemacetan terjadi selama kurang lebih 1 bulan ini di beberapa titik di Kota Malang.










Balas
Lihat komentar