Blitar, blok-a.com – Suhu politik menjelang pemilihan kepala daerah 2024 kian menghangat. Banyak calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar bermunculan. Bahkan banyak baliho bergambarkan calon kepala daerah tersebut, terpampang di sudut-sudut Kota Blitar.
DPC Partai Gerindra Kota Blitar pun sudah menyiapkan kader terbaiknya, Fredi Agung Kurniawan maju sebagai calon Wakil Wali Kota Blitar pada Pilkada 2024 mendatang.
Untuk mengusung Fredi Agung Kurniawan, Partai Gerindra Kota Blitar akan berkoalisi dengan partai lain seperti PDI Perjuangan, PKB, PAN, Golkar, PPP maupun dengan Partai Demokrat. Hal ini dilakukan karena Partai Gerindra hanya memiliki 2 kursi di DPRD Kota Blitar.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar Endro Hermono saat konsolidasi bersama semua pengurus DPC, PAC, Ranting, dan ratusan relawan di salah satu resto di Kota Blitar, Senin (22/07/2024).
“Sekarang ini semua calon-calon itu digodok di tingkat pusat. Karena 2024 ini Pilkada dilakukan serentak, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Endro Hermono.
Endro menambahkan, Pilkada tahun-tahun sebelumnya, yakni 2014, 2019 tidak serentak, sehingga DPC, DPD diberi peluang-peluang atau wewenang untuk menggodok calon kepala daerahnya.
“Karena Pilkada tahun-tahun sebelumnya tidak serentak, maka kami yang dibawah ini diberi peluang untuk menggodok calon kepala daerah,” imbuhnya.
Endro Hermono yang juga anggota Komisi IV DPR RI ini menandaskan, Partai Gerindra Kota Blitar mengusung Fredi Agung Kurniawan sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Blitar untuk mendampingi calon-calon Wali Kota Blitar dari partai lain.
“Kita mengusung dan mengupayakan mas Fredi untuk mendampingi calon wali kota yang diusung dari partai-partai lain. Karena kita di sini harus berkoalisi dengan partai-partai lain,” tandasnya.
Endro Hermono menegaskan, arahan dari DPP Partai Gerindra, melihat karakteristik Kota Blitar ada Makam Bung Karno, sebaiknya jika cocok dan bisa diterima akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan.
“Karena melihat Makam Bung Karno ada di Kota Blitar, tentunya partai yang deket dengan Bung Karno adalah PDI Perjuangan,” tegasnya.
Sedangkan adanya kemungkinan Partai Gerindra berkoalisi dengan selain PDI Perjuangan seperti PKB, itu semua merupakan kewenangan DPP Partai Gerindra.
“Yang pasti arahan DPP jangan sampai nantinya masyarakat menjadi korban akibat ego dari masing-masing partai. Mudah-mudahan Kota dan Kabupaten Blitar bisa tenang dan kondusif,” pungkasnya.
Sementara, Fredi Agung Kurniawan setelah diusulkan DPC Partai Gerindra Kota Blitar sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Blitar mengatakan, akan terus melakukan konsolidasi dengan partai-partai lain, mengingat Partai Gerindra tidak bisa memgusung calonnya sendiri, karena hanya memiliki 2 kursi di DPRD Kota Blitar.
“Gerindra Kota Blitar hanya mempunyai 2 kursi, maka tentunya perlu tambahan 3 kursi untuk maju sebagai pasangan kepala daerah. Tapi saat ini, kita konsentrasinya lobi dengan PDI Perjuangan, karena arahan dari DPP kita berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Kota Blitar,” kata Fredi Agung Kurniawan.
Fredi menandaskan, jika terpilih dirinya akan meneruskan dan memaksimalkan kinerja kepala daerah Kota Blitar yang mana memang sebelumnya sudah terbentuk koalisi antara PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra hingga memenangkan pasangan Santoso-Tjutjuk Sunario pada Pilkada 2020.
“Di mana program yang baik dari pasangan Santoso-Tjutjuk itu akan tetap kami lanjutkan, program yang kurang maksimal akan kami benahi atau ditambah,” tandasnya.
Ditambahkannya, nantinya juga akan difokuskan untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat RT.
“Itu bagi saya sangat penting, karena banyak sekali pengangguran yang ada di tingkat RT. Disini kami akan menumbuhkan pekerjaan di tingkat RT,” imbuhnya.
Fredi Agung Kurniawan yang juga anggota DPRD Kabupaten Blitar berharap, di dalam Pilkada ini bisa berkoalisi dengan PDI Perjuangan, karena sudah menjadi arah dari Partai Gerindra.
“Selain itu, saat pilkada nanti bisa terjadi Pilkada yang harmonis, tenang, riang gembira, sehingga tidak terjadi gesekan antar warga, antar TS, antar pendukung. Sehingga kita bisa menghasilkan pimpinan yang bener-bener berkuwalitas untuk kemajuan Kota Blitar yang semakin Kerwn dan Berdaulat,” pungkasnya. (jar/lio)









