KOTA BATU – Manusia dan burung-burung besar ternyata dapat hidup berdampingan di Eco Green Park, Jawa Timur Park (JTP) 2. Salah satu burung yang hidup berdampingan adalah White Backed Vulture alias burung bangkai.
White Backed Vulture adalah spesies burung hering Dunia Lama dalam keluarga Accipitridae bersama beragam spesies elang.
Spesies ini masih terkait erat dengan burung bangkai griffon Eropa, G. fulvus. Kadang-kadang, mereka disebut white backed vulture Afrika untuk membedakannya dari burung bangkai punggung putih oriental.
Sekarang, burung ini biasa disebut burung bangkai punggung putih karena dulu diyakini berkerabat dekat dengan spesies tersebut.
Burung White Backed Vulture adalah burung hering yang khas dengan bulu yang hanya ada di kepala dan leher, sayap yang sangat lebar, dan bulu ekor pendek.
Burung ini memiliki ruff leher putih. Punggung keputihan dewasa kontras dengan bulunya yang gelap. Remaja sebagian besar berkulit gelap. Ini adalah b
White backed vulture punya bobot 4,2 sampai 7,2 kilogram, panjangnya 78 sampai 98 sentimeter dan memiliki lebar sayap 1,96 sampai 2,25 meter.
Seperti burung vulture lainnya, burung ini adalah pemakan bangkai. Mereka kebanyakan memakan bangkai hewan yang ditemukannya saat terbang di atas sabana.
Ini termasuk babi hutan, zebra, rusa, burung unta, dan bahkan ternak. Namun, mereka hanya dapat memakan hewan dengan jaringan lunak, karena paruhnya tidak dapat beradaptasi untuk merobek kulit yang keras.
White backed vulture juga mengambil sisa-sisa makanan dari tempat tinggal manusia. Seringkali mereka juga berpindah dalam kawanan.
Spesies punggung putih ini berkembang biak di pohon di sabana Afrika barat dan timur dan selatan.
Burung nasar punggung putih terbang mengitari langit untuk mencari hewan yang baru mati. Mereka juga sering mengikuti burung pemakan bangkai dan mamalia karnivota lainnya untuk menemukannya.
Setelah bangkai ditemukan, mereka akan mulai melayang di langit, menandakan sasaran mereka kepada burung nasar lainnya.
Setelah makan, burung white backed vulture sering beristirahat dengan sayap terbuka lebar dan punggung menghadap matahari, sebab kmereka telah makan dengan rakus sehingga tidak bisa terbang lagi.










Balas