Bulog Mojokerto Siap Pasok Beras Murah, Dukung Stabilisasi Harga di Pasar Keliling Pemprov Jatim

Kepala cabang perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin saat menghadiri pasar murah bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.(foto: blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Kepala cabang perum Bulog Mojokerto Muhammad Husin saat menghadiri pasar murah bersama Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.(foto: blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com – Keberhasilan pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Jumat (18/9/2026), tidak lepas dari dukungan pasokan bahan pokok strategis, khususnya beras. Kepala Cabang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Mojokerto, Muhammad Husin, menyatakan kesiapan penuh instansinya untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasaran.

Husin hadir dalam kegiatan pasar murah yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara Bulog, Pemprov, dan Pemkab Mojokerto menjadi kunci dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

“Kami memastikan stok beras, terutama jenis Beras Pemerintah (SPHP) dan beras premium, tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mojokerto. Harga yang kami salurkan melalui mekanisme pasar murah ini memang diatur agar jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar tradisional,” ujar Muhammad Husin.

Menurut Husin, harga beras SPHP yang dijual dalam program pasar murah ini berada di kisaran yang sangat kompetitif, bahkan jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Selain beras, kami juga berkoordinasi dengan distributor lain untuk komoditas seperti minyak goreng dan gula pasir. Tujuannya satu: memastikan masyarakat mendapatkan barang berkualitas dengan harga yang masuk akal. Jika di pasar tradisional minyak bisa tembus Rp17.000, di sini kita tekan agar masyarakat bisa membeli dengan harga sekitar Rp13.000,” jelasnya.

Husin menambahkan, Perum Bulog Mojokerto terus melakukan pemantauan rutin terhadap stok gudang dan distribusi ke berbagai titik penjualan, termasuk pasar-pasar tradisional dan warung-warung kecil, untuk mencegah kelangkaan atau penimbunan.

Kehadiran Bulog dalam pasar murah ini sejalan dengan strategi Gubernur Khofifah yang menyebut program tersebut sebagai upaya “melapisi” intervensi yang sudah dilakukan pemerintah kabupaten/kota.

Muhammad Husin menyambut baik pendekatan ini karena memungkinkan jangkauan bantuan menjadi lebih luas dan merata.

“Dengan adanya pasar murah berkeliling ini, akses masyarakat terhadap beras murah menjadi lebih dekat. Kami di Bulog siap menjadi mitra strategis dalam menyediakan buffer stock atau cadangan beras yang bisa segera didistribusikan saat dibutuhkan,” tambah Husin.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas pasar murah ini, serta melaporkan jika menemukan adanya permainan harga atau ketidaktersediaan stok di tingkat pengecer resmi.

Melalui sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Mojokerto, dan Perum Bulog, diharapkan inflasi daerah dapat terkendali dan kesejahteraan masyarakat Mojokerto tetap terjaga.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, hukum dan kriminal, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang.