DPRD Kabupaten Malang Akui Uji Coba Makan Bergizi Gratis Berdampak ke Pedagang Kantin

3 Ribu Porsi Makanan Bergizi Gratis untuk Siswa di Kabupaten Malang
Siswa di Kabupaten Malang menikmati makanan bergizi gratis, Senin (6/1/2025) (blok-a/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Program uji coba makan bergizi gratis menuai beragam respons di masyarakat, termasuk di Kabupaten Malang. Para pelajar menyambut baik program tersebut, namun di sisi lain, para pedagang kantin mengeluhkan penurunan omzet yang signifikan.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia’ul Haq, menjelaskan bahwa ia telah mengawal pelaksanaan uji coba program nasional ini sejak awal.

Tak mengelak, Zia mengakui pro dan kontra terkait program yang baru berjalan beberapa hari ini akan terjadi.

Namun, ia yakin program ini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, termasuk Kabupaten Malang.

“Namanya kebijakan pasti ada dampak positif dan negatif, tinggal asas kebaikan lebih banyak atau tidak. Kalau lebih banyak ya harus tetap jalan, ada satu dua yang dirugikan itu pasti semua kebijakan pasti ada dampaknya,” kata Zia kepada blok-a.com, Kamis (9/1/2024).

Menurut Zia, selama masa uji coba, ia mendapat banyak respon positif dari para pelajar, guru, dan orang tua siswa. Program makan bergizi ini dinilai membantu pemenuhan gizi seimbang yang penting bagi tumbuh kembang anak-anak.

“Sejauh ini belum ada keluhan, dampaknya positif. Kami ikut keliling dengan Dinas Pendidikan, mereka para siswa tanggapannya positif. Sehingga ini yang harusnya kita sambut baik juga,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, politikus asal Gerindra ini juga mendengar aspirasi dari benerapa pedagang di kantin sekolah.

Terkait keluhan pedagang kantin mengenai penurunan penjualan pedagang kantin itu, Zia menambahkan bahwa uji coba makan bergizi gratis masih dalam tahap awal. Ia meyakini akan ada evaluasi dan penyesuaian agar program ini berjalan lebih baik.

“Untuk sementara, program ini dilakukan melalui Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan TNI. Namun, kedepan itu nanti akan dipihak ketigakan atau melalui kantin, atau BUMDesa kita masih belum tau. Juklak juknisnya kan belum turun, masih dalam pembahasan,” jelasnya.

Zia juga menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus mengawasi pelaksanaan program ini, termasuk pemanfaatan anggaran, kualitas makanan, serta kandungan gizinya. Mereka juga memastikan bahwa fasilitas sekolah tetap terjaga dengan baik agar proses belajar mengajar tetap berjalan lancar.

“Kami akan terus memantau agar tidak ada pengurangan anggaran yang mempengaruhi kualitas program ini. Kami juga akan memantau kondisi bangunan dan fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, program makan bergizi gratis ini mendapat sejumlah keluhan datang dari para pedagang di kantin sekolah. Mereka merasakan terdampak dengan adanya penurunan yang cukup signifikan.

Salah satunya di kantin SMPN 2 Kepajen, Kabupaten Malang. Usai berlangsungnya uji coba program makan bergizi gratis, pada Senin (6/1/2025) lalu, pendapatannya menurun mencapai 70 persen. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com