DPRD Banyuwangi Minta Pemda Turun Tangan Atasi kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrocahtin Ni’mah meminta pemerintah daerah segera turun tangan atasu kelangkaan stok gas elpiji 3 kg menjelang Idul Fitri 1447 H, Rabu (blok-a.com/Istimewa).
Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrocahtin Ni’mah meminta pemerintah daerah segera turun tangan atasu kelangkaan stok gas elpiji 3 kg menjelang Idul Fitri 1447 H, Rabu (foto: Istimewa)

Banyuwangi, Blok-a.com – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Hj. Siti Mafrocahtin Ni’mah meminta pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi kelangkaan stok gas elpiji 3 kg menjelang Idul Fitri 1447 H, seperti yang terjadi di beberapa wilayah di Banyuwangi Selatan.

Pasalnya, kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga memicu kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah lainya yang sangat bergantung pada ketersediaan gas subsidi ini.

“Kita minta agar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan segera melakukan koordinasi bersama Hisnawa Migas maupun Pertamina terkait dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kg di wilayah Banyuwangi Selatan,” ujar Hj, Ni’mah kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

Lebih lanjut, politisi Partai kebangkitan Bangsa ini menambahkan, pantauan pemerintah daerah bersama Pertamina beberapa hari lalu menjamin ketersediaan gas elpiji 3 kg mencukupi dan akan menambah pasokan. Jika memang demikian, seharusnya dalam beberapa pekan terakhir ini tidak terjadi kelangkaan.

“Faktanya, saat ini ibu-ibu mengeluh adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg itu,” tandasnya.

Saat Lebaran semakin dekat, Hj, Ni’mah menekankan agar Dinas Koperasi segera melakukan penelusuran. Dinas Koperasi diminta segera mencari penyebab terjadinya kelangkaan dan memastikan pangkalan tetap beroperasi agar tidak terjadi keterlambatan distribusi.

Wakil Ketua DPRD Banyuwangi ini menegaskan, seharusnya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang seringkali terjadi tiap jelang Lebaran ini tidak hanya direspon dengan operasi pasar saja. Namun, juga perlu adanya penambahan pasokan di agen-agen, agar dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.

“Kelangkaan sering terjadi karena kuota yang tidak mencukupi permintaan riil di lapangan. Evaluasi kuota per daerah perlu dilakukan secara berkala,” tegas Hj. Ni’mah.

Selain itu juga diperlukan pengawasan distribusi dan memberikan sanksi kepada agen dan pangkalan nakal yang menimbun atau menjual elpiji 3 kg subsidi kepada kepada sektor industri atau komersial seperti hotel dan restoran.

Wabup Banyuwangi: Tidak Ada Kelangkaan Gas Elpiji 3kg

Sementara itu, keterangan persnya Wakil Bupati Mujiono menepis informasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg. Ia memastikan, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar. Stok gas bersubsidi, menurutnya, masih dalam kondisi aman.

Menurutnya, ada sejumlah faktor yang kerap memicu keresahan masyarakat setiap mendekati Lebaran. Salah satunya adalah panic buying atau pembelian berlebihan oleh warga.

Selain itu, lanjut Mujiono, distribusi yang terlambat di beberapa wilayah juga sering memunculkan kesan seolah-olah terjadi kelangkaan. Belum lagi, adanya dugaan permainan oknum penimbun yang memanfaatkan situasi. Ditambah lonjakan konsumsi saat arus mudik dan derasnya penyebaran isu di media sosial.

“Jadi lebih ke faktor distribusi dan perilaku pasar, bukan karena barangnya tidak ada,” katanya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan, Pemkab Banyuwangi bersama pihak terkait menggelar operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi.

Operasi pasar ini juga menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah menjelang Lebaran.

Pada Rabu (18/3/2026), operasi pasar digelar di sejumlah titik. Di Kecamatan Genteng misalnya, disalurkan 360 tabung oleh PT Syifa Mustika Migas dan 200 tabung oleh PT Winata Pramana Komala.

Sementara di Kecamatan Gambiran, PT Pelangi Migas Anugrah Mandiri menyalurkan 560 tabung. Jumlah yang sama juga didistribusikan di Kecamatan Songgon oleh PT Laros Abadi Jaya.

Di Kecamatan Muncar, sebanyak 560 tabung digelontorkan oleh PT Sinar Pelangi Abadi Bersatu.

Distribusi juga menjangkau wilayah utara. Di RTH Bajulmati, Wongsorejo, PT Prima Lautan Indonesia menyalurkan 150 tabung, sementara PT Artha Gas Utama mengirimkan 560 tabung.

“Besok Kamis (19/3/2026), operasi pasar berlanjut ke sejumlah kecamatan, yakni Kantor Camat Kalibaru, Kecamatan Kalibaru, Kantor Camat Cluring, Kantor Camat Sempu dan Kantor Camat Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo,” bebernya.

Di Kecamatan Sempu, PT Bumi Gas Banyuwangi menyalurkan 200 tabung dan PT Bumi Blambangan Bestari sebanyak 360 tabung.

Sementara itu, Kecamatan Kalibaru, Tegaldlimo, Cluring, Rogojampi, Blimbingsari hingga Songgon masing-masing mendapatkan distribusi 560 tabung dari berbagai agen.

Langkah itu diharapkan mampu meredam kepanikan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi menjelangIdul Fitri.

“Yang penting masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan,” tutup Mujiono. (kur/ova)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com