KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang di 2021 fokus meningkatkan perekonomian pasar. Dana lebih Rp 8 miliar sudah masuk di Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Malang tahun 2021.
Anggaran Rp 8 miliar itu dibagi untuk merevitalisasi 16 pasar dan untuk biaya sewa ratusan pedagang Pasar Lawang.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Agung Purwanto menjelaskan, 16 pasar yang direvitalisasi itu adalah pasar yang dinilai tidak layak untuk berjualan. Contohnya adalah Pasar Sumberpucung dan Pasar Kromengan.
“Di sana (pasar) itu kalau dilihat banyak atap yang bocor. Jadi kalau hujan kan kasihan pedagang kehujanan. Terus ada juga tanahnya itu becek. Insyallah dengan dana revitalisasi pasar itu semua akan diperbaiki. Hasilnya tentunya pembeli akan nyaman dan juga pedagang akan semakin betah di pasar,” kata Agung ke Blok-A, Selasa (24/11).
Agung juga berharap, hasil dari revitalisasi itu nantinya akan menarik banyak pembeli ke pasar tradisional.
“Dan peningkatan ekonomi akan terjadi pada tahun 2021 semoga saja kan pasar sudah nyaman masyarakat pun akan sering belanja ke pasar daripada ke mini market atau mall,” kata ia.
Sementara untuk relokasi pedagang Pasar Lawang itu rencananya akan dimulai pada tahun 2021. Relokasi pedagang pasar itu dilakukan dikarenakan Pasar Lawang yang terbakar pada tahun 2019 lalu.
“Kan dari pemerintah pusat itu sudah dianggarkan Rp 120 juta untuk memperbaiki Pasar Lawang yang terbakar kemarin itu. Kan pastinya saat ada perbaikan pedagang ini kan harus pindah. Dan pindahnya itu kami akan menyewa di sekitar daerah industri Patal Lawang untuk ditempati pedagang Pasar Lawang,” tuturnya.
Untuk relokasi pedagang itu sendiri rencananya akan berlangsung selama kurang lebih 3 sampai 5 bulan. “Pokoknya tergantung Pasar Lawang sudah direnovasi ya sudah pedagang boleh menempati lagi Pasar Lawang,” tutupnya.
Saat disinggung berapa dana yang dialokasikan untuk revitalisasi dan relokasi pedagang pasar, Agung sayangnya belum bisa menjelaskan.
“Belum bisa rinci nanti kalau memang sudah masuk APBD 2021 akan tahu detailnya bagaimana,” tutup ia.










Balas
Lihat komentar