Dana Pembinaan dan Bonus Atlet Tak Turun, KONI Kabupaten Blitar Ancam Gruduk Bupati

Ketua KONI Kabupaten Blitar Toni Andreas. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Ketua KONI Kabupaten Blitar Toni Andreas menilai Bupati Blitar Rini Syarifah, tak memperdulikan sektor olahraga.

Hal ini terlihat tidak adanya anggaran pembinaan cabang olahraga (cabor) di tahun 2023.

Selain itu, bonus untuk para atlet Kabupaten Blitar di bawah binaan KONI Kabupaten Blitar yang telah memperoleh berbagai medali di ajang Porprov Jatim tahun 2023, hingga kini belum diberikan.

“Katanya anggaran pembinaan cabor akan dialokasikan pada APBD perubahan 2023. Nyatanya semuanya omong kosong, alias bohong. Kalau begini terus mending dibubarkan saja KONI,” kata Toni Andreas saat menggelar konferensi pers di Kantor KONI Kabupaten Blitar, Selasa (05 /12/2023).

Lebih lanjut Toni mempertanyakan soal ketiadaan dana pembinaan cabor di Kabupaten Blitar. Seharusnya itu menjadi dana rutin yang dialokasikan tiap tahunnya.

“Kok di Kabupaten Blitar tidak ada dana pembinaan cabor. Terus kemana larinya dana itu, dikorupsi atau dilihkan ke yang lain,” jelasnya.

Toni mengaku, sebenarnya pada 2023 ini, KONI Kabupaten Blitar telah menerima alokasi dana dari Pemkab sebesar Rp 3,1 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan guna pemberian bonus atlet berprestasi 2022 sebesar Rp1,5 miliar.

Sementara sisa dana sebesar Rp 1,6 miliar digunakan untuk pembiayaan pra-Porprov dan Porprov Jatim 2023. Sementara anggaran untuk pembinaan atlet, KONI Kabupaten Blitar tidak menerima uang sepeser pun.

“Harusnya setelah disurati dijawab dong. Bahkan kita (KONI) juga tidak pernah dilibatkan dalam Musrenbang. Kalau terus begini ya mending dibubarkan saja, karena hutang kita dimana-mana untuk menutupi operasional kegiatan pembinaan atlet,” keluhnya.

Jika anggaran pembinaan atlet tidak diberikan oleh Pemkab Blitar, Tony Andreas mengancam akan mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Ketua KONI Kabupaten Blitar.

Bahkan dia berencana akan membubarkan KONI jika tidak ada kejelasan terkait dana pembinaan atlet.

“KONI ini lembaga resmi, seluruh Indonesia ada. Anggaran pembinaan cabor tahunan pun harusnya ada. Dari pada APBD dialokasikan untuk lembaga gak jelas seperti TP2ID, mending untuk pembinaan atlet. Karena atlet jelas sudah mengharumkan nama Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Ketua KONI Kabupaten Blitar juga mengancam akan melakukan demo besar-besaran untuk menagih janji Pemkab Blitar, terkait anggaran pembinaan cabor dan bonus atlet berprestasi pada Porprov Jatim tahun 2023.

“Kami 3 kali menyurati bupati, namun tak digubris. Kalau begini, kami akan turun ke jalan. Ribuan orang yang terdiri dari para atlet, wali atlet, dan pecinta olahraga Kabupaten Blitar, akan rame-rame nagih janji bupati,” pungkasnya. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com