Daftar Korban Tragedi Kanjuruhan yang Meninggal di RSSA Malang

tragedi kanjuruhan, stadion kanjuruhan, arema, persebaya, aremania, bonekmania, kerusuhan suporter, suporter bola, bentrok suporter, BRI Liga 1, korban jiwa, mata najwa, suporter, aremania,
Warga lokal dan Suporter Arema Malang memanjatkan doa untuk korban Tragedi Kanjuruhan di kawasan Stadion Kanjuruhan (blok-a.com/ Syams Shobahizzaman)

blok-A.com – Korban meninggal akibat Tragedi Kelam Kanjuruhan makin bertambah. Terhitung sejak hari ini, Senin (24/10/2022), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 135 orang.

Data korban tersebut terkonfirmasi setelah seorang Aremania yang sedang dirawat di RSSA Malang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, (23/10/2022) kemarin.

Sebelumnya terdapat beberapa pasien RSSA Malang yang juga dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat Tragedi Kelam Kanjuruhan Sabtu (1/10/2022) lalu.

Lantas siapa sajakah orang tersebut? Untuk mengetahui selengkapnya, simak deretan korban Tragedi Kanjuruhan yang meninggal di RSSA Malang berikut ini.

1. Helen Prisela

Helen Prisela (20) merupapkan Aremanita asal Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia dikabarkan meninggal dunia di RSSA Malang pada Selasa (11/10/2022) lalu.

Sebelum meninggal Helen mendapat perawatan di Rumah Sakit Cakra. Cicit dari Pendiri Pengembangan Agama Islam (PPAI) Al-Aziz Dampit KH Abdullah itu saat dirawat mengalami muntah darah dan kerap kali muntah.

Helen pun sempat dipulangkan. Namun tak sampai 24 jam setelah dipulangkan, Helen kembali dilarikan ke RSSA Malang untuk menjalani operasi. Said menyebut, di bagian perut Helen terdapat pendarahan.

Setelah operasi itu, kondisi Helen tak kunjung membaik. Perempuan itu langsung tidak sadarkan diri atau koma setelah operasi dan kemudian ia dinyatakan meninggal dunia.

Pihak keluarga telah mencari tahu penyebab Helen luka berat setelah melihat Arema FC Vs Persebaya Sabtu (1/10/2022) lalu.

Hasilnya, Helen terluka parah diduga karena terinjak-injak saat Tragedi Kelam Kanjuruhan. Tangan kiri Helen pun retak akibat injakan itu.

2. Andi Setiawan

Korban Tragedi Kanjuruhan selanjutnya yang dinyatakan meninggal di RSSA Malang adalah Andi Setiawan (30). Aremania itu meninggal di ruang ICU RSSA Malang pada Selasa (18/10/2022).

Sebelumnya, Andi merupakan korban Tragedi Kanjuruhan yang dibawa ke RSSA Malang, per hari Minggu (02/10/2022), sekitar pukul 03.00 dini hari. Waktu itu dia tak sadarkan diri hingga mengalami kondisi yang kritis.

Terkait penyebab meninggalnya Andi, Dokter Anastesi ICU, dr. Eko MMRS. Sp.An mengatakan jika korban tersebut, meninggal karena adanya Multiple Trauma. Terlebih, saat dirawat di RSSA Malang, didapati beberapa memar ditubuhnya.

Eko bersama tim RSSA, sudah merawat korban di ruang ICU secara intensif. Selama perawatan, kondisi A memang belum stabil, hingga pihak RSSA tidak bisa melakukan operasi.

Selama perawatan, Eko dan tim RSSA lainnya sudah memberikan penanganan maksimal. Salah satunya ialah memberikan alat bantu napas, kepada Andi.

Setelah dinyatakan meninggal, Andi langsung dibawa ke rumah duka dengan mobil ambulance sekitar pukul 14.20 siang di Jalan Mergosono 3C, Kota Malang.

3. Reivano Dwi Afriansyah

Reivano Dwi Afriansyah (17) merupakan remaja asal Dusun Kebonsari, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang menjadi korban meninggal Tragedi Kanjuruhan.

Remaja ini menghembuskan nafas terakhir pukul 06.45 di RSSA Malang, Jumat (21/10/2022). Sebelum menjalani perawatan di RSSA Malang, Reivano sempat ia dirawat di RS Hasta Husada Kepanjen.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSSA, dr. I Wayan Agung, Reivano sudah 18 hari ini dirawat maksimal. Reivano tidak pernah lepas dari alat bantu pernapasan selamat 18 hari terakhir. Kondisinya kritis selama 18 hari itu hingga terakhir Jumat ini dia meninggal dunia.

Selama 18 hari itu Reivano tidak pernah keluar dari ICU. Dokter berusaha menyembuhkan sejumlah luka di bagian kepala, tulang dada Reivano. Namun, Wayan menyebut luka di tulang dada ini menyebabkan pemuda itu kesulitan bernapas.

Reivano sendiri adalah siswa SMKN 4 Malang. Dia sekarang berada di kelas XII Jurusan Desain Grafis. Hal itu terkonfirmasi melalui unggahan akun instagram SMKN 4 Malang @smkn4malang.official yang mengunggah kabar duka atas meninggalnya Reivano lengkap dengan wajahnya.

4. Farzah Dwi Kurniawan

Farzah Dwi Kurniawan (20) merupakan korban ke-135 Tragedi Kanjuruhan yang menghembuskan nafas terakhirnya di RSSA Malang pukul 23.00, Minggu (23/10/2022).

Remaja ini merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Angkatan 2020.

Setelah dinyatakan meninggal, Farzah kemudian dibawa ke rumah duka dan baru dimakamkan pukul 09.00 Senin (24/10/2022) di TPU Sudimoro Kota Malang.

Dari informasi yang beredar, banyak kabar menyebut bahwa kematian Farzah ini diduga diagnosis positif Covid-19. Hal tersebut diketahui melalui sejumlah rekaman suara dan rekaman video yang menunjukan bahwa kematian mahasiswa itu karena Covid-19.

Pihak keluarga buka suara terkait kabar tersebut. Paman Farzah, Arifin Candra mengungkapkan bahwa ia belum tahu pasti kabar keponakannya itu meninggal dan terkonfirmasi Covid-19.

“Saya belum jelas, karena saya tidak mengikuti perjalanan yang di rumah sakit,” kata dia.

Sementara itu, Humas RSSA Malang Donny Iryan menuturkan, almarhum Farzah terakhir dites swab PCR pada 15 Oktober 2022 masih positif Covid-19. Akhirnya, selama perawatan di RSSA, almarhum ditempatkan atau dirawat di ruang isolasi Covid-19.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com