Bukan Kayutangan, Seharusnya Lokasi Penempatan Lokomotif Lori Adalah Disini

Replika Lori yang menjadi pro kontra masyarakat Kota Malang berada di Zona Tiga Kayutangan (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Replika Lori yang menjadi pro kontra masyarakat Kota Malang berada di Zona Tiga Kayutangan (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kota Malang, blok-a.com – Lokomotif Lori seharusnya tidak dipasang di Kayutangan Heritage. Secara sejarah, Lokomotif Lori tidak pernah lewat di Kayutangan tapi di lokasi ini.

Lokomotif Lori terpasang di Kayutangan Heritage. Hal ini menuai pro kontra. Sebab monumen itu disebut tidak sesuai secara konteks sejarah dan kepariwisataan.

Lalu dimana lokasi seharusnya monumen Lokomotif Lori itu dipasang?

Jawabannya adalah Lokomotif Lori itu harus dipasang di dekat pintu gerbang UM yang terletak di Taman Kunang-Kunang Jalan Jakarta Kota Malang.

Caption: Taman Kunang-kunang Kota Malang jadi jujugan mahasiswa nongkrong, Jumat (17/3/2023) (blok-a/mike)
Caption: Taman Kunang-kunang Kota Malang jadi jujugan mahasiswa nongkrong, Jumat (17/3/2023) (blok-a/mike)

Pemerhati Kereta Api, Tjahjana Indra Kusuma menjelaskan, alasan pemasangan di Taman Kunang-Kunang Kota Malang itu karena di daerah tersebut pernah dilewati kereta pengangkut tebu.

“Sebaiknya (Lokomotif Lori) dipindah ke Taman Kunang-Kunang. Karena di situ lokasi yg tepat,” tuturnya dikonfirmasi blok-a.com, Minggu (16/4/2023).

Dia menjelaskan, Lori itu untuk mengangkut tebu dan sesuai sejarah rutenya adalah dari Arjosari ke Pabrik Gula Kebon Agung di Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang.

Arjosari waktu itu adalah sebuah perkebunan, terus lewat daerah Kelurahan Jatimulyo di dan Kendalsari, tembus Transmart Jalan Ahmad Yani atau daerah Masjid Sabililah.

Di Jalan Ahmad Yani Kota Malang itu masih terdapat bukti bahwa pernah dilalui trem Lori, yakni berupa gorong-gorong dan saat ini jalur trem Lori itu sudah dibuat gang permukiman warga.

“Dari (Jalan Ahmad Yani) masuk Jembatan Pelor melintas di Oro-oro Dowo lalu ke Jalan Jakarta, dan Mergan Lori, Pemakaman Sukun terus sampai ke Kebon Agung,” imbuhnya.

Dia pun meminta agar pemerintah daera memperhatikan sejarah tersebut. Dia meminta agar di Kayutangan Heritage itu cuma perlu diberi informasi saja.

Sebagai informasi, kereta api yang melewati Kayutangan Heritage itu adalah kereta api trem,

Hal ini lebih baik dilakukan karena tidak merusak sejarah dan wisatawan mendapat informasi yang valid tentang kawasan wisata Kayutangan sesuai Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

“Kalau yang di Kayutangan itu harusnya cuma diberi informasi atau papan pengumuman yang cantik,” tutupnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?