Belajar HAM dari 5 Film Tentang Munir Ini Yuk!

Munir Di Depan Yayasan Lbh
Munir Di Depan Yayasan LBH

BLOK A – Penyelesaian kasus pembunuhan Munir Said Thalib yang tak jelas ujungnya membuat banyak pihak mempertanyakan penegakan keadilan di Indonesia. Penegak HAM itu tewas diracun dalam perjalanan menempuh studi Hukum di Belanda menggunakan Garuda Indonesia, pada 7 September 2004.

Pengikut alumni Universitas Brawijaya terus menyuarakan penyelesaian kasus ini dengan berbagai cara, salah satunya adalah lewat film. Inilah beberap film yang bisa jadi referensi melihat perjuangan Munir dalam membela keadilan.

Tuti Koto: A Brave Woman (1999)

Film ini mendokumentasikan kisah perjuangan seorang ibu bernama Tuti Koto yang anaknya hilang pada saat masa ekonomi tahun 1997. Riri Riza jadi sutradaranya. Ini adalah satu-satunya film tentang Munir diproduksi semasa Munir hidup. Ia memfokuskan cerita kala Munir mendampingi Tuti membuka tabir penculikan buah hatinya serta mencari keadilan dalam tayangan berdurasi 21 menit.

Bunga Dibakar (2005)

“Bunga Dibakar” digarap oleh seorang sineas muda berumur 18 tahun bernama Ratrikala Bhre Aditya. Film ini menceritakan perjalanan hidup Munir sebagai seorang ayah, suami, dan teman. Suciwati sebagai istri juga tampil di mana ia menceritakan suaminya yang suka memelihara binatang. Tekadnya membuat film ini bulat karena ayah Bhre Aditya juga merupakan korban kekerasan.

Garuda’s Deadly Upgrade (2005)

Sineas David O’Shea dan Lexy Rambdeta membuat reportase pengungkapan fakta di sekeliling kasus kematian Munir dalam sebuah tayangan berdurasi 45 menit. Ia mencari narasumber terkai seperti memeriksa saksi, pihak maskapai yang mengangkut Munir ke Belanda, rapat DPR, tim pencari fakta, sampai menanyai langsung kerabat dan keluarga. Mereka menggali kejanggalan yang muncul, termasuk rekaman kamera pengawas bandara yang tiba-tiba hilang.

His Story (2006)

Film His Story
Film His Story

Steve Pillar Setiabudi jadi otak di balik “His Story”. Ia mendokumentasikan proses peradilan kasus pembunuhan Munir ke dalam sebuah film berdurasi 28 menit. Lewat film ini, terungkap keterlibatan Badan intelijen Negara (BIN) dan Garuda Indonesia. Pollycarpus Budihari Priyanto disinyalir mengajak Munir tukar kelas di pesawat yang mereka tumpangi. Padahal, pada hari itu, Pollycarpus seharusnya tidak bertugas

Kiri Hijau Kanan Merah (2009)

Masa kecil Munir diceritakan oleh Dandhy Dwi Laksono di film ini. Ia mengundang sahabat dan keluarga untuk menceritakan keedkatannya dengan Sang aktivis. Tampak pula pergeseran ideologi dalam diri Munir yang dibuktikan dari sejumlah advokasi yang ia lakukan semasa muda.

Cerita tentang Cak Munir (2014)

Biografi Munir jadi inti cerita “Cerita tentang Cak Munir”. Hariwi selaku sutradara merangkum sejumlah data penunjang dari kesaksian orang-orang terdekat. Durasinya terbilang panjang, yaitu 90 menit.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

IT Support dan editor support, sesekali menulis artikel dengan topik favorit seputar sosial-budaya dan gaya hidup.