MALANG – Perkiraan total 900 massa dari buruh dan mahasiswa melakukan unjuk rasa menolak Undang Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang, Kamis (8/10). Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas selama berlangsungnya kegiatan unjuk rasa, Satlantas Polresta Malang Kota melakukan rekayasa lalu lintas.
“Saat ini Jalan Tugu telah kami lakukan penutupan secara total dan dilakukan sterilisasi. Sedangkan untuk lalu lintas yang mengarah ke Jalan Tugu, telah dilakukan pengalihan arus lalu lintas. Kami pun juga telah menurunkan sebanyak 140 personil, untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” ujar Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution Kamis (8/10).
Rama menyebut personel polisi 1200 turun dalam demo kali ini. “Massa unjuk rasa bergerak dari arah Stadion Gajayana, Jalan Raya Balearjosari, dan dari Stadion Kanjuruhan,” ujar Rama.
Jumlah itu termasuk personil BKO yang dilibatkan dalam pengamanan unjuk rasa. Ada pula anggota Polres Blitar dan Brimob Polda Jatim.
Dirinya juga menambahkan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan masker, bagi para pengunjuk rasa. Sebagai antisipasi agar massa pengunjuk rasa tetap selalu mematuhi protokol kesehatan Covid-19.
“Kapolresta Malang Kota telah menyampaikan, dalam kegiatan ini telah menyiapkan masker. Untuk membantu para pengunjuk rasa, agar kegiatan aksinya berjalan dengan kondusif dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” tandasnya.
Pagar kawat berduri telah terlihat dipasang di depan gedung DPRD dan Wali Kota Malang. Ada pula mobil water canon dan mobil barracuda juga telah disiapkan di lokasi demi menghadapi kegiatan aksi unjuk rasa.










Balas
Lihat komentar