5 Dampak Kebakaran Hutan di Kanada yang Berimbas Hingga ke AS

kebakaran hutan kanada
kebakaran hutan Kanada (foto: theguardian.com)

Blok-a.com – Kebakaran hebat yang terjadi di sebagian besar hutan di Kanada hingga kini masih menjadi perhatian publik. Hingga Rabu (7/6/2023), tercatat ada 414 kebakaran hutan, 239 antaranya dianggap tidak terkendali.

Musim kebakaran hutan ini dimulai pada awal Mei ketika salju mencair dan petir menyambar serta pembuatan api unggun yang sembarangan membakar hutan-kayu kering yang menutupi sebagian besar wilayah negara itu.

Ribuan pemadam kebakaran dari seluruh dunia, termasuk personel dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Meksiko dan Afrika Selatan berjuang memadamkan api.

Kebakaran hebat yang terjadi di Kanada itu tentu menimbulkan sejumlah permasalahan yang cukup serius. Dirangkum Blok-a.com dari berbagai sumber, berikut dampak negatif yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan di Kanada.

1. Kualitas Udara Memburuk

Dampak pertama yang diakibatkan peristiwa kebakaran hutan di Quebec, Kanada adalah memburuknya kualitas udara di beberapa kota di Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan Indeks Kualitas Udara (IQair), kualitas udara di Kota New York mencapai 200 pada Selasa (6/6/2023) malam. Angka itu menunjukkan kualitas udara sangat tidak sehat.

Kualitas udara yang memburuk itu membuat kota New York menjadi kota paling berpolusi melampaui tingkat polusi di New Delhi. Bahkan buruknya kualitas udara itu saat menjalar hingga wilayah Timur Laut dan Atlantik Tengah.

2. Langit AS Dipenuhi Kabut

Asap dari kebakaran hutan di Kanada itu juga menimbulkan kabut asap tebal di New York dan beberapa kota lainnya di Amerika Serikat. Langit pun berubah menguning atau oranye.

Bahkan, Patung Liberty yang menjadi ikon kota tersebut tertutup kabut kemerahan yang menandakan kualitas udara berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Kabut asap yang membuat langit New York memerah ini dapat berbahaya bagi kesehatan. Hal tersebut dikarenakan asap api yang disebut PM2.5 ini bisa masuk ke paru-paru dan mengakibatkan masalah pernapasan, seperti asma dan bronkitis.

3. Ribuan Penerbangan Tertunda

Selain menyebabkan kualitas udara memburuk, kebakaran hutan di Kanada juga membuat ribuan penerbangan di sejumlah bandara New York terpaksa ditunda.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (Federal Aviation Administration/FAA) menyatakan pihaknya menghentikan sementara penerbangan menuju Bandara LaGuardia New York.

“FAA akan menyesuaikan volume lalu lintas untuk memperhitungkan kondisi yang berubah dengan cepat,” demikian pernyataan FAA seperti dikutip CNBC News, Kamis (8/6/2023).

Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, pada sekitar pukul 09.20 malam waktu setempat, lebih dari 4.800 penerbangan AS ditunda.

4. Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Dampak selanjutnya yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan ini adalah ratusan ribu warga meninggalkan rumahnya dan terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pengungsian ini dilakukan karena kualitas udara yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung, stroke, iritasi mata, kulit gatal, ruam hingga bertambahnya pasien asma akibat kabut asap yang sangat tebal.

Tak hanya itu, kebakaran yang menghanguskan 3,8 juta hektare hutan di Kanada ini pun menyebabkan Kota Manhattan, New York kehabisan stok alat elektronik pembersih udara serta masker.

5. Sebabkan Warga Sesak Nafas

Kondisi udara dan asap yang tidak sehat itu membuat sebagian warga mengalami sesak nafas. Oleh karena itu, Walikota Eric Adams mendesak warga New York dengan masalah jantung atau pernapasan untuk tidak beraktivitas di luar ruangan. 

“Kami menghimbau masyarakat yang memiliki riwayat jantung atau pernapasan agar membatasi aktivitas di luar ruangan, kecuali untuk kebutuhan mutlak,” ujar Walikota Eric Adams.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?