Kota Malang, blok-A.com – KontraS mengungkap dugaan penyebab tragedi kelam Kanjuruhan bisa terjadi. Dalam tragedi itu ratusan jiwa melayang.
Ketua KontraS, Andi Irfan menyebut ada dua dugaan yang menjadi biang terjadinya peristiwa kelam itu di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Pertama adalah kelalaian Panitia Penyelenggara. “Kelalaian Panpel terindikasi dengan jumlah penonton yang melebihi kapasitas,” tambahnya.
Seperti diketahui, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut panitia menjual tiket melebihi kapasitas. Kuota Stadion Kanjuruhan adalah 38 ribu tetapi tiket yang dicetak 42 ribu.
Kedua, masih Andi, dia menyebut potensi kerusuhan bermula karena aparat keamanan tidak menjalan prosedur pengamanan yang standar. Buktinya ialah penutupan sejumlah pintu gate. Seharusnya beberapa menit setelah pertandingan usai, sejumlah pintu itu dibuka.
“Kedua, ketika ada potensi kerusuhan, SOP penyelamatan tidak terjadi disitu. Sejumlah pintu yg seharusnya dibuka malah ditutup. Akhirnya mereka terjebak,” ujarnya.
KontraS pun mengecam tindakan aparat keamanan saat melakukan pengamanan paska Arema FC kalah di kandang dengan Persebaya itu. Tindakan yang dikecam ialah dengan penembakan gas air mata.
“Kami menduga kuat, sumber daripada jatuhnya ratusan korban karena gas air mata,” tambahnya.
Dia pun menyayangkan tindakan aparat keamanan yang represif saat mengamankan suporter ke lapangan.
KontraS telah mengumpulkan sejumlah kesaksian. Hasilnya, suporter yang turun ke lapangan tidak menyerang.
Suporter itu hanya ingin memberi dukungan ke pemain Arema FC. Terlebih kondisi di lapangan waktu itu hanya ada pemain Arema FC. Sementara pemain tamu tidak berada di lapangan.
“mereka gak sedang melakukan tindakan kekerasan, hanya sebatas ingin memberi support ke Arema yg kalah. Ada yang selfie foto-foto,” tambahnya.
Andi pun menilai aparat kemanan dalam tragedi mencekam itu seolah-olaj dilatih untuk membunuh dan menimbulkan korban.
“Kita punya polisi yg dilatih dan terlatih untuk melindungi dan mencegah bukan untuk membunuh dan menimbulkan korban,” tutupnya. (bob)










Balas
Lihat komentar