Blok-a.com – Skandal beras oplosan terbesar dalam sejarah Indonesia terungkap. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan temuan, sebanyak 212 merek beras terbukti melakukan pengoplosan dan pelanggaran standar mutu yang merugikan konsumen hingga Rp99 triliun per tahun.
Temuan mengejutkan ini merupakan hasil investigasi mendalam yang dilakukan bersama Satgas Pangan Polri dan tim Kementerian Pertanian. Dari total 268 merek beras yang diperiksa, sebanyak 212 merek terbukti tidak memenuhi ketentuan mutu, berat, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan pemerintah.
Investigasi bermula dari kejanggalan yang ditemukan Mentan Andi Amran Sulaiman. Ia melihat kenaikan harga beras yang tidak selaras dengan produksi nasional yang melimpah. Padahal berdasarkan data FAO, produksi beras Indonesia lebih tinggi dari target nasional.
“Seharusnya harga beras tidak begitu tinggi karena jumlah produksi tinggi, stok melimpah, tidak seperti dulu yang stoknya sedikit sehingga harga beras naik,” ungkap Amran dalam konferensi pers.
Kejanggalan ini mendorong Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berbagai merek beras yang beredar di pasaran.
Amran mengungkap berbagai modus yang digunakan produsen nakal ini. “Ini seperti menjual emas 18 karat tapi dibilang 24 karat. Padahal harganya jelas beda. Konsumen kita dirugikan hampir Rp100 triliun,” kata Amran yang dikutip Senin (14/7/2025).
Praktik curang yang ditemukan meliputi:
- Pengemasan ulang beras subsidi kemudian dijual sebagai beras premium telah merugikan masyarakat secara besar-besaran.
- Beberapa merek diduga merupakan beras oplosan dengan mencampur beras bersama bahan lain seperti jagung pipil atau dedak. Bahkan ada yang mencampur beras premium dengan beras murah atau beras rusak yang diproses ulang dengan pemutih atau pengawet.
- Berbagai merek tercatat menawarkan kemasan 5 kilogram padahal isinya hanya 4,5 kg. Praktik ini jelas merugikan konsumen yang membayar lebih mahal untuk berat yang tidak sesuai.
- Banyak produk mengklaim sebagai beras premium padahal sebenarnya berkualitas biasa, dengan label produk yang menyesatkan dan tidak sesuai standar.
Daftar Merek Beras yang Diduga Dioplos
Dari 212 merek yang ditemukan, Mentan telah mengungkap beberapa merek yang diduga melakukan pengoplosan. Merek-merek ini disebut sebagai contoh dari 212 merek beras yang akan diumumkan secara resmi dan bertahap kepada publik. Beberapa di antaranya bahkan sudah ditarik dari peredaran oleh sejumlah ritel modern karena viral di media sosial.
Food Station Tjipinang Jaya:
- Beras Premium Setra Ramos
- Beras Pulen Wangi
- Food Station
- Ramos Premium
- Setra Pulen
- Setra Ramos
PT Belitang Panen Raya:
- Raja Platinum
- Raja Ultima
PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group):
- Ayana
Wilmar Group:
- Sania
- Sovia
- Fortune
- Siip
Merek Lainnya:
- Alfamidi Setra Pulen
“Semuanya ini yang 212 merek, kami sudah kirim langsung ke Pak Kapolri, kemudian Satgas Pangan dan Pak Jaksa Agung,” tegas Mentan Andi Amran Sulaiman.
Satgas Pangan Polri telah memanggil empat produsen beras untuk diperiksa di Bareskrim. Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian juga menegaskan pihaknya tidak pandang bulu dalam menindak perusahaan yang melakukan pengoplosan beras.
“Lagi ditangani sama kepolisian ada 212 merek dan perusahaan sekarang lagi dipanggil di Bareskrim,” katanya saat ditemui di Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Minggu (13/7/2025). (gni)









