Cerita Sukses Ayam Goreng Suharti: Dari Sepeda Tua hingga Jadi Restoran Legendaris Surabaya 

Dok. Jogjaasik.com
Dok. Jogjaasik.com

Surabaya, Blok-a.com – Ayam Goreng Suharti merupakan salah satu restoran ayam goreng legendaris yang sangat populer di Indonesia. Restoran ini sangat terkenal di daerah Surabaya dan kini telah berkembang dengan membuka cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia. 

Dikenal karena kelezatan kremesnya yang gurih serta rasa khas yang menggugah selera, kesuksesan Ayam Goreng Suharti ternyata tidak diraih dengan mudah. Di balik kepopulerannya di Surabaya, terdapat perjalanan panjang dan berbagai tantangan sulit yang harus dihadapi. 

Bisnis Ayam Goreng Suharti memiliki kaitan erat dengan Ayam Goreng Mbok Berek, usaha milik nenek Suharti. Meskipun demikian, Suharti tidak mengandalkan warisan dari neneknya untuk membangun usahanya. 

Setelah belajar meracik bumbu ayam goreng khas dari neneknya di rumah makan keluarga, Suharti memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. 

Pada tahun 1956, ketika berusia 26 tahun, ia memulai bisnisnya dengan bantuan sang ayah. Suharti menjual ayam goreng dagangannya dengan cara berkeliling menggunakan sepeda tua, membawa bakul besar yang berisi ayam gorengnya. 

Setelah menikah, Suharti mendapatkan dukungan penuh dari suaminya, sehingga usahanya semakin berkembang. Dengan menggunakan skuter milik suaminya, ia menjajakan ayam goreng dagangannya secara berkeliling. 

Berkat kerja keras mereka, usaha ini berhasil berkembang pesat. Dari hasil penjualan 100 ayam goreng setiap hari, pasangan ini mampu menabung hingga Rp 1.000 per hari, menunjukkan kesuksesan usaha mereka di masa itu.

Namun, kehidupan Suharti tidak selalu berjalan mulus. Meskipun bisnisnya berkembang pesat, kekayaannya melimpah, dan ketujuh anaknya telah mapan, ia harus menghadapi kenyataan pahit berupa perpisahan dengan suami keduanya, Sachlan. 

Bersama Sachlan, Suharti memiliki empat anak dan telah merintis usaha ini selama sekitar 22 tahun. Setelah perpisahan itu, Sachlan mendirikan rumah makan serupa di Jakarta dengan merek Ayam Goreng Ny Suharti.

Suharti sendiri memutuskan untuk menggunakan logo restoran berupa fotonya sebagai langkah agar identitasnya tidak mudah ditiru. 

Meskipun perpisahan ini berdampak pada usaha mereka, Suharti tetap tegar. Walaupun mengalami masa sulit, Warung Ayam Goreng Suharti tetap bertahan sebagai salah satu restoran legendaris yang hingga kini terus dicari oleh banyak pelanggan setianya.

 

Penulis: Nastiti Mutiara Lutfiah (Mahasiswa Magang UTM).

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com