Polisi Ciduk Orang Tua Pembuang Bayi di Banyuwangi

bayi banyuwangi
Ilustrasi bayi. (Pixabay)

Banyuwangi, blok-a.com – Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap kasus orang tua pembuang bayi di jalan Adi Sucipto, lingkungan kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, Selasa (21/2/2023) lalu.

Pasangan suami istri (pasutri) yang tega membuang darah dagingnya itu, yakni Yuni Puspita Sari (25) dan Muhammad Agus Abdul Aziz (27) warga Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Pasutri ini membuang bayi di salah satu Warung Kopi (warkop) di jalan Adi Sucipto.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa melalui Kasi Humas Iptu Agus Winarno mengatakan diduga pasutri membuang bayi dikarenakan tidak mau merawatnya.

“Maksud Pasutri membuang bayi itu, dia tidak mau merawat bayinya, dengan tujuan agar dirawat oleh orang yang menemukan,” ungkap Iptu Agus Winarno, Senin (6/3/2023)

Iptu Agus menjelaskan, bayi yang dibuang itu baru dilahirkan, pada Senin (20/2/2023) sekitar pukul 23.00 malam di kediamannya. Proses persalinan dibantu oleh suaminya sendiri. Setelah jabang bayi lahir, langsung dibuang.

“Setelah bayi diselimuti dan diberi sarung, posisi tali pusar masih utuh, pasutri tersebut membawanya ke tempat panti asuhan dengan mengendarai mobil” terangnya.

“Namun sebanyak tiga panti asuhan yang disinggahi oleh pelaku semuanya tutup. Diantaranya panti asuhan di wilayah Rogojampi dan wilayah Banyuwangi,” ujar Iptu Agus.

Tiga panti asuhan yang disinggahi semua tutup. Pasutri tersebut kebingungan. Kemudian sang istri memiliki ide untuk menaruh bayi yang baru dilahirkan ke meja warung kopi agar dirawat oleh pemilik warung.

Bapak sang jabang bayi menyetujui ide sang istri. Tepatnya pada Selasa (21/2/2023) sekitar pukul 01.00 dini hari, bayi yang baru dilahirkan itu diletakkan di atas meja warung kopi di lingkungan Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

“Sesampainya di warung kopi yang dituju. Bayi itu ditinggalkan diatas meja, kemudian pelaku meninggalkan lokasi,” terangnya.

Tidak lama kemudian, pemilik warung kopi datang, mendengar suara tangis bayi. Dari temuan tersebut, pemilik kopi langsung melaporkan ke polisi.

Atas laporan tersebut, Polresta Banyuwangi langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan diketahui orang tua bayi adalah warga Kecamatan Muncar.

“Kami langsung mengamankan pelaku, keduanya kami tetapkan menjadi tersangka,” tegasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 305 KUHP atau Pasal 307 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang penelantaran anak. (ras/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?