Lagi Jajan, Bocah Perempuan di Banyuwangi Jadi Korban Pencabulan

Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur. (Bigstock)
Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur. (Bigstock)

Banyuwangi, blok-a.com – Lagi-lagi kasus pencabulan anak di bawah umur mencuat di wilayah hukum Polresta Banyuwangi. Kali ini menimpa seorang bocah perempuan di Kecamatan Gambiran.

Kapolsek Gambiran, Banyuwangi AKP Abdur Rohman mengatakan, peristiwa pencabulan ini terjadi pada Selasa (27/6/2023) sekitar pukul 09.00 WIB, di rumah pelaku, NW (71).

“Pelaku ditangkap setelah ibu korban, CA (31), melaporkan kejadian tersebut kepada polisi,” kata AKP Abdur Rohman, Rabu (28/6/2023).

Mulanya, korban yang masih berusia 5 tahun itu dilaporkan tengah jajan ke warung tak jauh dari rumahnya. Sementara, kala itu Ibu korban sedang memasak.

Baca Juga: Awal Tahun 2023, Polresta Banyuwangi Sudah Ungkap Empat Kasus Pencabulan Anak

Lantaran dalam waktu cukup lama korban tak kunjung pulang, sang Ibu khawatir dan menyusul korban.

“Saat melakukan pencarian itu ibu korban mendengar suara tangisan anaknya. Sontak dia memanggil tetangganya untuk mencari sumber suara tersebut,” jelasnya.

Rupanya, CA menemukan sumber suara tangisan itu berasal dari dalam kamar rumah pelaku.

“Saat berada di luar rumah pelaku, ibu korban mengintip ke dalam kamar NW, disitu CA melihat anaknya berada di dalamnya,” terang Kapolsek Gambiran.

Selanjutnya, bersama warga CA mengetuk pintu rumah pelaku. Setelah berhasil masuk, betapa terkejutnya sang ibu melihat korban berada dalam kamar dalam keadaan tak berpakaian,

“Begitu pintu rumah dibuka secara sepontan ibu korban masuk ke dalam rumah dan menemukan korban dalam keadaan menangis dan telanjang dengan celana dalam terlepas,” terangnya.

Korban segera dibawa keluar. Dibantu warga, CA kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Menurut keterangan yang disampaikan ibunya, akibat kejadian tersebut korban mengalami rasa sakit pada alat kelaminnya,” ungkap AKP Abdur Rohman.

Saat ini NW sudah diamankan di Polsek Gambiran beserta barang bukti (BB) untuk proses lebih lanjut.

“Untuk pelaku kita kenakan kasus dugaan tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul terhadap seorang anak perempuan di bawah umur,” tambah AKP Abdur Rohman. (kur/lio)