Komplotan Pembobol Gudang Toko Diringkus Polresta Banyuwangi

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa ketika menggelar pers conference kasus dugaan pembobolan gudang toko, Rabu (29/3/2023) siang. (Blok-A.com/Aras)
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa ketika menggelar pers conference kasus dugaan pembobolan gudang toko, Rabu (29/3/2023) siang. (Blok-A.com/Aras)

Banyuwangi, blok-a.com – Satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil membongkar komplotan spesialis pencurian dengan cara membobol brankas gudang toko.

Pelaku pembobol gudang toko ini terdiri dari empat orang. Tiga pelaku berhasil diamankan, sedangkan satu pelaku berhasil kabur.

“Tiga pelaku yang berhasil diamankan yaitu DA (43) dan WJ (47) warga Rogojampi, sementara S (52) warga Blimbingsari, satu pelaku masih buron,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Deddy Foury Millewa saat pers conference, bertempat di Mapolresta Banyuwangi, Rabu (29/3/2023) siang.

Kombes Deddy menjelaskan komplotan ini beraksi di berbagai tempat. Mereka melancarkan aksinya sejak September 2022 lalu. Rata-rata mereka melakukan pembobolan di gudang toko.

“Pada malam hari mereka beraksi. Umumnya saat situasi sepi,” terangnya.

Masih Kombes Deddy, empat pelaku ini, memiliki peran masing-masing. Tersangka DA dan S bertugas menjadi petugas antar jemput.

WJ berperan menjadi eksekutor sekaligus bertugas menjual hasil curian. Satu orang lagi yang masih buron sebagai pengintai, penggambar denah dan eksekutor.

“Satu orang buron masih kami pengejaran, dan masuk DPO,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolresta Banyuwangi menjelaskan, ketika pelaku berhasil masuk di gudang toko, mereka mengambil barang apa saja. Mulai dari ratusan bungkus rokok, minuman sachet, kamera cctv dan uang di brankas.

“Untuk brankas TKP-nya berada di Kantor CV Sumberbaru Mandiri. Brankas dibobol menggunakan alat las,” jelasnya.

Menurutnya, uang yang ada di brankas yang berhasil digondol para pelaku di dalam berisi uang puluhan juta rupiah.

“Di dalam brankas itu berisi uang sebesar Rp 70 juta. Uang sebanyak ini mereka bagi,” katanya.

Kepada polisi, para tersangka mengaku pengalaman las ini di dapat karena salah satu mereka pernah bekerja di pabrik peleburan besi. Sehingga mereka terbilang mahir.

Para tersangka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Mereka disangkakan dengan pasal 363 Ayat (1) Ke 4E, 5E KUHP Jo Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

“Dengan ancaman kurungan pidana paling lama 7 tahun,” tukasnya.

Saat ini polisi masih memburu seorang yang masih buron yakni berinisial R (33) warga Rogojampi, guna mendapatkan perlakuan hukum yang sama. (ras/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?