Blok-a.com – Cuaca yang tidak menentu sering membawa tantangan tersendiri bagi kondisi kesehatan tubuh. Panas terik yang tiba-tiba berubah menjadi hujan lebat dan suhu dingin, dapat membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit.
Diketahui, cuaca di Malang dalam beberapa hari terakhir berubah drastis. Setelah awal September diterpa terik matahari yang disertai angin kencang, beberapa hari terakhir Malang justru berawan dengan suhu dingin, kadang diselingi hujan ringan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim pancaroba akan dimulai pada September 2025. Sementara, awal musim hujan diperkirakan akan jatuh pada Oktober 2025.
“Awal musim hujan diperkirakan mulai Oktober, tapi bisa lebih cepat di beberapa wilayah,” kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Selasa (26/8/2025), dikutip dari Kompas TV.
Dampak Pancaroba dan Cuaca Ekstrem untuk Kesehatan
Pergantian cuaca yang diiringi perubahan suhu yang ekstrem dapat memicu masalah kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengingatkan bahwa kondisi ini bisa memicu meningkatnya kasus flu, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), diare, bahkan penyakit menular seperti demam berdarah.
Mengingat kondisi tersebut, maka Kemenkes memberikan enam tips untuk menjaga kesehatan tubuh selama memasuki musim pancaroba. Di antaranya:
- Konsumsi vitamin C yang cukup
- Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang
- Cuci tangan menggunakan sabun atau Hand Sanitizer baik sebelum maupun setelah makan
- Menjaga kebersihan tubuh dengan rutin mandi 2 kali sehari.
- Beraktivitas fisik minimal 30 menit setiap harinya.
Poin-poin tersebut, jika dijabarkan lebih lanjut, akan menjadi beberapa poin berikut.
Tips Agar Tetap Sehat Selama Pancaroba

1. Terapkan Pola Hidup Sehat
Langkah utama menghadapi musim pancaroba adalah memperkuat daya tahan tubuh. Menurut Kemenkes RI, sistem imun yang kuat merupakan benteng pertama melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.
Penerapan pola hidup sehat dapat dimulai dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, buah, dan sayuran. Kemenkes menyarankan konsumsi makanan kaya vitamin C, zat besi, dan protein untuk melawan infeksi.
Asupan vitamin C, D, serta mineral seperti zinc juga penting untuk memperkuat sistem imun. Tubuh perlu terhidrasi dengan baik, sehingga disarankan minum air putih minimal dua liter per hari agar fungsi organ tetap optimal.
Istirahat yang cukup tak kalah penting. Orang dewasa idealnya tidur 7-8 jam setiap malam karena kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat seseorang lebih rentan terserang penyakit.
Aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki, jogging, atau bersepeda selama 30 menit per hari akan membantu menjaga kebugaran sekaligus memperkuat pertahanan tubuh.
2. Jaga Kebersihan Diri dan Lingkungan
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah preventif penting mencegah penyakit di musim pancaroba. Cara sederhana namun efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum makan, setelah beraktivitas di luar rumah, atau setelah menyentuh benda di tempat umum.
Penggunaan masker dianjurkan ketika berada di kerumunan atau berinteraksi dengan orang sakit, guna mencegah masuknya droplet pembawa virus ke saluran pernapasan.
Kebersihan lingkungan sekitar rumah juga harus diperhatikan, khususnya tempat penampungan air. Kuras dan tutup bak mandi secara rutin agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue.
3. Perkuat Sistem Imun dengan Cara Tambahan
Selain pola hidup sehat, ada langkah tambahan untuk mendukung kekebalan tubuh. Mengelola stres dengan baik menjadi kunci penting karena stres berkepanjangan terbukti dapat menurunkan daya tahan tubuh.
Cara sederhana mengelola stres antara lain dengan relaksasi, menjalani hobi, atau berolahraga ringan untuk menjaga kestabilan mental.
Beberapa praktisi medis memberikan saran tambahan agar tubuh tetap bugar di musim pancaroba. Misalnya, mengonsumsi jahe hangat atau minuman herbal lain yang dapat membantu menghangatkan tubuh dan meningkatkan imun.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi juga disarankan. Paparan sinar matahari selama 10-15 menit membantu tubuh memproduksi vitamin D yang penting untuk daya tahan tubuh. Demikian pula dengan pakaian yang dikenakan, ketika udara dingin, kenakan pakaian hangat untuk mencegah masuk angin.
Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)










Balas
Lihat komentar