Memahami Diri Bisa Cegah Depresi! Ini Tipsnya Untuk Mahasiswa Semester Akhir

Ilustrasi cegah depresi (sumber: freepik)
Ilustrasi cegah depresi (sumber: freepik)

Blok-a.comSaat ini makin marak penguatan mental di kalangan mahasiswa, tak terkecuali mahasiswa semester akhir.

Banyaknya tekanan semester akhir, di detik berakhirnya masa perkuliahan, terkadang membuat para mahasiswa jengah.

Tak jarang banyak ditemui mahasiswa yang depresi akibat tekanan perkuliahan dan

kesulitan-kesulitan yang datang secara tiba-tiba dan membabi buta.

Beberapa di antara mahasiswa merasa depresi akibat tekanan tugas akhir yang menumpuk, ditambah lagi dengan beban tugas mata kuliah, praktikum, dan tugas organisasi yang diberikan dengan tenggat waktu yang cukup singkat.

Belum lagi masalah rumit pribadi di diri mahasiswa, sehingga mahasiswa merasa kewalahan untuk mengatasi permasalahannya.  

Masalah-masalah ini lah yang memicu depresi berlebih pada mahasiswa.

Akibatnya, mahasiswa lebih cenderung melampiaskan ke hal-hal negatif, dan tak jarang banyak dari mahasiswa putus kuliah di tengah jalan.

Lantas, adakah tips menjaga kesehatan mental untuk mahasiswa semester akhir! Simak ulasannya berikut ini.

1. Memahami Diri Sendiri

Tak banyak dari mahasiswa semester akhir yang bisa memahami dirinya sendiri, dan tak jarang banyak dari mereka masih bimbang dengan karakter atau sifat dirinya sendiri.

Merujuk pada teori mencintai diri sendiri, pemahaman ini bisa jadi tameng dan media bagi mahasiswa untuk pencegahan depresi berlebih.

Terlebih jika mahasiswa sudah mencintai dirinya sendiri, mahasiswa itu akan lebih paham dengan kondisi tubuh, dan mentalnya.

Sehingga secara tidak langsung, memahami diri sendiri bisa jadi sarana bagi mahasiswa untuk melakukan pencegahan depresan baik secara mental maupun fisik.

2. Menjalin Komunikasi dengan Keluarga

Bagi para mahasiswa semester akhir, jangan ragu menjalin komunikasi dengan keluarga atau teman terdekat.

Kenapa demikian? karena dengan menjalin komunikasi bersama keluarga dan teman terdekat, mahasiswa tidak akan merasa kesepian dan bisa dengan gamblang menceritakan masalahnya.  

Dengan menceritakan masalah pada keluarga atau orang terdekat, mahasiswa akan jauh lebih lega dan tenang.

Dengan demikian, kesehatan mental mahasiswa dapat meningkat karena memiliki lingkungan yang mendukung dan hubungan antar individu jadi lebih sehat.

3. Lakukan Kegiatan Menyenangkan

Jangan terpaku dengan kegiatan repetitif yang cenderung berulang, karena kegiatan ini bisa dengan mudah menyebabkan mahasiswa depresi.

Sempatkan melakukan kegiatan menyenangkan di tengah-tengah kesibukan. Karena kegiatan yang monoton justru akan lebih menyulitkan mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Seperti contoh melakukan perjalanan wisata, berbelanja, bermain game, atau hal-hal lain yang bisa membuat pikiran lebih rileks.

4. Kelola Rasa Stress

Para mahasiswa semester akhir bisa mengelola rasa stress akibat tekanan dan jadwal yang padat dengan berolahraga.

Selain menyehatkan, kegiatan ini ternyata juga ampuh untuk menangkal depresan.

Mahasiswa bisa melakukan kegiatan ini seminggu 2-3 kali  untuk mengelola rasa stress yang terperangkap di otak.

Dengan begitu, depresan akan berkurang dan proses penyelesaian tugas akhir pun lancar.

5. Apresiasi Diri

Jadi Mahasiswa semester akhir memang tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dilalui dan semuanya membutuhkan proses panjang.

Jadi, sesekali diperlukan apresiasi diri agar kepercayaan diri semakin meningkat.

Jika kepercayaan diri meningkat, diri pun jadi lebih semangat untuk menyelesaikan tugas dan terhindar dari pikiran suram penyebab depresi. (mg3)

 

 

 

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?