2 Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Jadi Saksi Laporan Pasal Pembunuhan di Polres Malang, Ini Hasil Pemeriksaanya

Devi Athok LPSK Autopsi Korban Kanjuruhan Autopsi Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan Abdul Haris Tersangka Suporter Arema Malang meletakkan bunga untuk korban Tragedi Kanjuruhan saat mengikuti doa bersama dan tabur bunga di depan Balaikota Malang, Rabu (5/10/2022)
Suporter Arema Malang meletakkan bunga untuk korban Tragedi Kanjuruhan saat mengikuti doa bersama dan tabur bunga di depan Balaikota Malang, Rabu (5/10/2022) (blok-A/Syams Shobahizzaman)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Devi Athok pelapor sekaligus keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan datang ke Mapolres Malang, Rabu (7/12/2022).

Tujuan Devi datang ke markas polisi di Kabupaten Malang itu untuk memperkauat laporannya terkait Tragedi Kanjuruhan. Dalam laporannya ke polisi Tragedi Kanjuruhan itu adalah sebuah tragedi pembunuhan dan pembunuhan berencana.

Bersama dengan tim kuasa hukumnya, Devi membawa dua saksi untuk memperkuat laporannya. Mereka adalah Chollifatul Nur dan Susi Anggraini. Keduanya adalah orang tua korban meninggal Tragedi Kanjuruhan.

“Saksi ini (datang ke Mapolres Malang) untuk memperkuat laporan yang kami sampaikan itu adalah Pasal 338 KUHP, 340 KUHP, 55 san 56 KUHP,” kata Kuasa Hukum Devi Atok, Febri Andi Anggono.

Dalam pemeriksaan kali ini, polisi menanyakan sekitar 22 pertanyaan. Pertanyaan itu berkaitan terkait gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan.

Hal itu dikatakan salah satu saksi setelah diperiksa, Cholifatul Nur atau Ifa.

“Saya mendapatkan 22 pertanyaan terkait kesaksian pelaporan Pak Devi Athok. Pertanyaannya fokus ke gas air mata,” ujarnya.

Pertanyaan itu pun memang yang dicari Ifa. Ifa menjelaskan, ia memang fokus untuk mengusut gas air mata terlebih dulu.

“Karena untuk kasus lainnya gak ada,” kata dia.

Sementara Susi Anggraini mengaku ditanya 20 pertanyaan oleh penyidik.

Berbeda dengan Ifa, Susi ditanya tentang kesaksiannya selama atau pasca Tragedi Kanjuruhan.

“Saya 20 pertanyaan, ya terkait yang saya ketahui yang saya lihat seperti apa,” jelasnya.

Angel, sapaan akrabnya juga menjelaskan, dia juga fokus untuk gas air mata. Sebab, dia menjelaskan, keluhan dari korban meninggal ataupun korban luka sama, yakni sesak nafas. Dengan itu dia menilai gas air mata menjadi salah satu sebab tewasnya ratusan orang di Stadion Kanjuruhan.

“Saya kalau setahu saya kondisi seperti itu karena gas air mata. Sudah enggak dipungkiri lagi. Karena semua rata-rata juga sama dan mengalami sesak nafas,” tutupnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?