Jelang Hari Raya Besar, Berikut Rangkaian Amalan Sunnah Utama Selama Bulan Dzulhijjah

Caption : Ratusan jemaah Masjid Nurul Yaqin seusai melaksanakan salat idul adha pada Rabu (28/06/2023) (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Caption : Ratusan jemaah Masjid Nurul Yaqin seusai melaksanakan salat idul adha pada Rabu (28/06/2023) (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Blok-a.com – Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh karena keutamaannya yang luar biasa. Berdasarkan kalender, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu, 28 Mei 2025.

Rasulullah SAW menegaskan dalam hadis sahih bahwa tiada hari yang lebih dicintai Allah SWT untuk beramal saleh daripada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Maka dari itu, sangat penting bagi setiap Muslim untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini. .

Sebelum memasuki bulan Dzulhijjah penting bagi kita untuk melakukan taubat nasuha. Selain itu, kita juga harus menyiapkan fisik dan finansial, dan tentunya niat yang ikhlas agar ibadah yang dilakukan bisa maksimal. Jangan sampai hari-hari ini berlalu begitu saja, tetapi maksimalkan ibadah Anda. Berikut ini beberapa amalan ibadah yang bisa anda lakukan.

Puasa Pada Sembilan Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Puasa pada Sembilan hari pertama memilik pahala yang besar, terutama puasa Arafah. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang (HR. Muslim). Namun, niat puasa pada hari pertama hingga hari ke sembilan tidak sama, khususnya pada tanggal 8 dan 9. Berikut niat puasa sesuai dengan tanggalnya :

  • Tanggal 1-7 Dzulhijjah
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta’âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
  • Tanggal 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah)
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’âlâ.”
  • Tanggal 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah)
    Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.
    Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’âlâ.”

Berkurban Pada Hari Raya Idul Adha

Hukum berkurban dalam Islam adalah Sunnah muakkadah, yaitu wajib bagi Muslim yang mampu dan tidak sedang dalam perjalanan (safar). Namun dalam kondisi tertentu, berkurban bisa menjadi wajiib, misalnya jika seseorang telah bernazar untuk berkurban. Berkurban ini dilaksanakan di hari ke sepuluh Dzulhijjah, dan pada hari ini diharamkan untuk berpuasa.

Perbanyak Zikir, Takbir, dan Tahlil

Pada 10 hari pertama Dzulhijjah, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir, terutama takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Amalan ini sangat dicintai Allah dan menjadi bentuk pengagungan terhadap-Nya.

Membaca Al-Qur’an

Perbanyak tilawah Al-Qur’an selama Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala, terutama di hari yang dilipatgandakan amalnya.

Bersedekah

Memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan termasuk amalan utama, Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan sedekah sebagai bentuk rasa syukur kita.

Melaksanakan Sholat Sunnah

Sholat Sunnah rawatib, duha, tahajud, dan lainnya dianjurkan lebih diperbanyak. Hal ini menjadi bentuk pendekatan kita kepada Allah SWT di hari-hari yang dimuliakan oleh-Nya. (mg2/gni)

Penulis: Siti Cholifah (mahasiswi magang STIMATA)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com