Kabupaten Malang, blok-a.com – Ramadan telah melewati lebih dari setengah perjalanan, semangat masyarakat dalam berburu takjil masih tetap tinggi, pasar takjil di berbagai lokasi masih ramai dikunjungi untuk mencari hidangan berbuka puasa.
Termasuk pasar takjil yang berlokasi di Jalan Oma Campus Landungsari, Jetak Lor, Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pasar takjil ini masih ramai dikunjungi masyarakat yang antusias berburu hidangan untuk berbuka puasa.
Salah satu pengunjung Dimas Setiawan asal Kabupaten Bima ini mengungkapkan bahwa ia konsisten setiap sore atau menjelang waktu berbuka puasa pasti ke pasar takjil ini untuk ngabuburit sekaligus membeli makanan dan minuman untuk buka puasa.
“Saya hampir setiap hari datang ke sini untuk mencari makanan dan minuman buat buka puasa, di sini banyak pilihan, jadi saya bisa memilih yang sesuai dengan selera saya untuk di jadikan hidangan buka puasa,” ujarnya pada Kamis (20/3/2025).
Pasar takjil di jalan Oma Campus tepatnya di Jetak Lor, Mulyoagung, Kec. Dau ini tidak hanya menawarkan beragam kuliner, tetapi juga menciptakan suasana sosial masyarakat yang masih berbondong-bondong dengan penuh semangat untuk keperluan hidangan buka puasa masing-masing.
Selain Dimas, Wulandari sebagai salah satu pengunjung juga mengatakan bahwa ia memang rutin dari awal puasa sampai sekarang hari ke-20 Ramadan, ngabuburit nya di pasar takjil ini sembari menunggu azan magrib.
“Setiap sore mulai pukul 16.00 biasanya saya sudah berangkat ke sini untuk jalan-jalan atau ngabuburit sekaligus mencari makanan untuk buka puasa,” jelasnya.
“Pasar takjil ini paling dekat dari tempat saya, kebetulan saya tinggal di daerah sini, kalau naik motor mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menitan saja,” tambah dia.
Meskipun Ramadan sudah berjalan lebih dari setengah perjalanan masyarakat masih tetap semangat mendatangi pasar takjil untuk ngabuburit bahkan mencari hidangan berbuka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi Ramadan, di mana masyarakat tidak hanya berburu takjil, tetapi juga mempererat hubungan sosial. Misalnya dapat bertemu dengan orang-orang yang kenal saat ngabuburit.
“Sementara itu, saya kalau ke sini sendirian, tapi biasanya sering ketemu sama orang yang kenal di sini, akhirnya bisa bareng dan ada teman,” tutupnya.
Penulis : Mahasiswa Magang Unitri, Akroman









