Gresik, blok-a.com – Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, juga tak bisa lepas dari keberadaan Sendang Sono. Lokasi ini dipercaya sebagai peninggalan sejarah sejak masa Sunan Giri menyebarkan agama Islam.
Namun, kondisi Sendang Sono kini jauh dari kesan sakral. Sumber airnya telah lama mengering. Sehari-hari, lokasi itu dimanfaatkan warga untuk kolam ikan lele.
Sendang baru dibuka sebagai pemandian hanya empat hari dalam setahun saat tradisi Rebo Wekasan berlangsung.
“Ya ini dibuka untuk pemandian saat tradisi Rebo Wekasan. Sehari-hari dibuat kolam lele,” kata Mustain, tokoh Desa Suci sekaligus imam Masjid Mambaut Thoat, Rabu (20/8/2025).
Menurutnya, air sumber Sendang Sono dulunya sangat spesial. Selain memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat percaya airnya membawa manfaat pengobatan.
“Sampai sekarang kalau ada orang bertanya air sumber, saya arahkan ada dua air di Sendang Sono. Pernah ada orang Lamongan mencari sumber air untuk pengobatan katanya,” ungkapnya.
Namun, sejak 1980-an sumber air itu mulai surut. Sendang Sono bahkan sempat mengering bertahun-tahun sebelum dimanfaatkan warga untuk budidaya ikan. Saat tradisi Rebo Wekasan, air pemandian diisi dari sumur bor ditambah pasokan PDAM.
“Dulu ada empat telaga dengan sumber air bersih, juga beberapa sumber kecil yang dimanfaatkan warga, salah satunya untuk wudhu di sebelah masjid. Tapi sekarang mengering. Bahkan bekas sumber ada yang dijadikan gedung dan lapangan olahraga,” tutur Mustain.
Sejarah Sendang Sono berawal ketika santri Sunan Giri, Syekh Jamaluddin Malik, mencari sumber air bersih. Setelah mendapat petunjuk gurunya, dia menemukan sumber di sebelah utara desa. Dari situ, muncul nama Sendang Sono.
Masjid pertama di Desa Suci, Mambaut Thoat, bahkan dipindahkan mendekati sumber itu. Sunan Giri lalu memerintahkan tasyakuran dan tabarrukan untuk mengambil berkah dari air tersebut.
Sejak itu, setiap Rabu terakhir bulan Syafar, warga berkumpul di sekitar telaga. Tradisi itu dikenal hingga sekarang dengan sebutan Rebo Wekasan.(ivn/lio)









