Kota Malang, blok-a.com – Masjid Al Muawanah merupakan masjid yang terletak di Jalan Batujajar Nomor 28/29, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Selama Bulan Ramadan ini, Masjid Al Muawanah menyediakan takjil dan makanan untuk buka puasa gratis. Jelang azan Maghrib di masjid tersebut sudah tersedia berbagai aneka takjil dan makanan untuk buka puasa di masjid tersebut.
Menariknya, menu buka puasa gratis ini merupakan hasil olahan ibu-ibu sekitar masjid. Setiap bulan Ramadan, ibu-ibu di sekitar masjid gotong royong memasak bersama untuk menu buka puasa jemaah di masjid tersebut.
Sementara dana bahan makanannya sendiri berasal dari donatur.
“Ada 3 donatur tetap untuk membeli bahan makanan berbuka, ditambah lagi dari beberapa warga dari RT 01, 02 dan 03 yang setiap hari nya menyediakan takjil, takjil dari setiap RT nantinya akan di kondinir oleh ibu-ibu PKK” kata, salah satu ibu yang menyiapkan menu buka puasa, Emy (44), Senin (01/04/24).
Terlihat ibu-ibu sekitar masjid tersebut bersemangat. Sejak ba’da salat Ashar ibu-ibu tersebut sudah berkumpul di masjid dan memasak di pelataran masjid tersebut. Menu yang dimasak untuk buka puasa di hari Senin (1/04/2024) kemarin ialah bali telur, oseng-oseng ucet dan tempe goreng.

Ibu-ibu tersebut bergotong royong untuk menyiapkan porsi-porsi di piring berwarna. Setelah salat Maghrib menu nasi tersebut siap disantap para jemaah.
Sementara itu, Takmir Masjid Al Muawanah, Edy Tukiman (52) menjelaskan, setiap harinya di masjid ini selama Bulan Ramadan menyiapkan 130-150 paket buka puasa, yakni takjil dan nasi.
“masjid kami biasa nya menyediakan 130 – 150 takjil, sebagian dari para donatur, warga sekitar sini juga ikut menyediakan takjil untuk berbuka puasa, untuk jamaah perhari ratusan orang yang berbuka puasa di masjid ini” kata Edy.
Selama Bulan Ramadan, masjid ini sering mendapat sumbangan, dari warga sekitar dan sumbangan dari masyarakat umum.
“Selama puasa kami sering menerima donasi dari berbagai orang, dari warga sekitar sama dari orang-orang lain, biasa nya ada yang ngasih minum botol 10 – 15 dus, ada juga yang berupa takjil,” jelasnya.
Penulis : Yuki Setiawan (mahasiswa PKL)









